15,5 Hektare Sawah di Tapanuli Selatan Kebanjiran

TAPANULI SELATAN, ForestEarth.id – Seluas 15,5 hektar lahan padi sawah Desa Kota Tua, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan terendam akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu (18/12/2024) sore.

Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan, Puput Mashuri mengatakan, usia tanaman masih di kisaran 25-95 hari. Padi yang ditanam petani varietas ciherang dan mekongga.

“Di Desa Kota Tua, luas tanam 175 hectare, yang terkena banjir 15,5 hectare dengan usia tanaman 25 – 95 hari. Ketinggian rnya 1 meter,” katanya, Kamis (19/12/2024).

Puput menjelaskan, banjir bandang di Desa Kota Tua terjadi pada Rabu (18/12/2024) sore akibat meluapnya Sungai Aek Merdua setelah hujan dengan intensitas tinggi pada siang hari.

Banjir bandang ini juga menerjang Desa Desa Sisoma, Desa Harean, Desa Simaninggir namun Desa Kota Tua adalah yang paling parah. Banjir ini disertai lumpur dan material kayu.

Banjir bandang ini mengakibatkan 4 rumah hanyut terbara arus, 20 rumah rusak berat 57 rumah rusak ringan, 200 rumah, 1 gereja dan 2 masjid terdampak banjir. Sementara itu, jalan desa belum bisa sepenuhnya digunakan karena tertimbun lumpur dan kayu bawaan banjir.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun ada 1 orang yang luka berat dan 1 luka ringan. Pihaknya sudah mendata di Desa Kota Tua ada kelompok rentan yakni 24 bayi, 94 balita, 24 ibu hamil, 45 ibu menyusui dan 65 lanjut usia.

“Jumlah pengungsi, 300 jiwa dari Desa Kota Tua dan 50 jiwa dari Desa Simaninggir. Jadi total jumlah penduduk yang terdampak sebanyak 1.180 jiwa di Kota Tua dan 379 jiwa di Desa Simaninggir,” katanya.

Saat ini, lanjut Puput, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat sudah melakukan evakuasi korban, koordinasi dengan pihak terkait, mendirikan tenda pengungsi, dapur umum, distribusi logistic, pembersihan material dan mendata pendataan korban serta dampak bencana.

Leave A Comment