Tim gabungan Gakkum Kehutanan, BBKSDA Riau, dan kepolisian melakukan proses identifikasi dan pengumpulan barang bukti di lokasi kematian Gajah Sumatera yang berada di area konsesi perusahaan di Pelalawan, Riau.

Terbaring Sakit di Gubuk, Suarni Tewas Diinjak Gajah

LAMPUNG, ForestEarth.id – Peristiwa tragis menimpa seorang petani yang sedang sakit di dalam gubuk semi permanen tempat tinggalnya di Talang Bandar, Blok 3, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus. Lokasi ini berada di dalam kawasan Register 39B, KPHL (Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung) Kota Agung. Korban tewas setelah diinjak gajah liar.

Saat itu kawanan gajah liar memasuki lokasi tersebut. Warga setempat sempat mencoba menghalau dengan petasan. Namun, nahas tak bisa dihindari. Korban bernama Suarni (62) yang sedang sakit, pada pukul 05.00 WIB, kawanan gajah itu merusak gubuk yang ditinggali korban.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah mengatakan korban meninggal dunia diduga akibat diinjak gajah liar. Kawanan gajah liar ini diketahui sudah berada di lokasi tersebut sejak lima hari terakhir. “Korban ini sedang sakit, tidak bisa melarikan diri,” katanya.

Dijelaskan Umi, untuk menangani kasus ini sekaligus memastikan tidak ada korban jiwa lagi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

2021
Di Lampung, diketahui konflik satwa atau yang belakangan disebut sebagai interaksi negative antara satwa dan manusia tidak hanya sekali ini terjadi. Tahun 2021, seorang warga bernama Sutikno (55), warga Desa Tegalyoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, pada Minggu (31/10/2021), sekitar pukul 19.30 WIB, tewas mengenaskan.

Lokasi desa itu tidak jauh dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Kepala Desa Tegalyoso M Yani mengkonfirmasi warganya meninggal dunia karena diserang kawanan gajah liar yang diduga berasal dari kawasan TNWK. Korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.

Dijelaskannya, saat itu korban dan petani lainnya sedang berjaga di ladang karena memang kawanan gajah masuk ke ladang dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa itu terjadi pada malam hari. Sutikno dan petani lainnya menghalau kawanan gajah itu namun diduga korban terpojok.

2022
Konflik gajah liar di Lampung Timur merenggut nyawa seorang petani, Zarkoni (44), yang diserang seekor gajah di ladang jagung di Desa Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo. Insiden terjadi pada Kamis dini hari (10/11/2022), dan Zarkoni meninggal dunia sehari kemudian setelah dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, di Lampung Barat, kawanan 18 ekor gajah liar terus mendekati pemukiman di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) dan Suoh. Dalam dua minggu terakhir, gajah-gajah ini telah merusak kebun warga, namun upaya blokade oleh Satgas Konflik Gajah dan masyarakat berhasil mencegah kerusakan rumah dan fasilitas.

Pada Rabu (16/11/2022), Ageng Suprastioali, anggota Satgas Konflik Gajah di Suoh, Lampung Barat, terperosok ke kawah panas, menyebabkan luka bakar serius. Peristiwa ini terjadi ketika tim gabungan dari Satgas, Polhut, TNI, dan Polri sedang beristirahat usai menggiring kawanan gajah.

2023
Pada Selasa, (5/9/2023), rumah milik Tumiran (61), warga Talang Gunung Merah, Pekon Tugu Ratu, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, rusak parah akibat masuknya belasan gajah liar. Kawanan gajah liar itu datang sekitar pukul 03.00 WIB, saat Tumiran dan keluarganya. Saat menyadari kedatangan gajah, mereka langsung menyelamatkan diri.

2024
Tahun ini, tepatnya pada Jumat (15/11/2024), belasan gajah liar juga merusak sekitar 20 rumah di Pemangku Talang Sindang, Pekon Roworejo, Suoh, Lampung Barat. Lima rumah di antaranya mengalami kerusakan parah. Penyebab kedatangan gajah liar itu diduga lapar.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah mengatakan, belasan gajah liar itu masuk ke permukiman pada Jumat (15/11/2024) dini hari. Selain merusak 15 rumah semipermanen di lokasi. gajah-gajah ini juga mengonsumsi persediaan beras warga. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.

Di sisi lain, Humas Balai Taman Nasional Way Kambas, Sukatmoko mengatakan, sepanjang tahun 2024, ada 4 ekor gajah sumatera yang mati di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur karena sakit. “Setelah kematian anak gajah bernama Rubado kemarin, total sepanjang tahun ini ada 4 gajah mati. Hasil nekropsi 3 sebelumnya telah keluar, dan kematian disebabkan karena sakit,” katanya, Kamis (5/12/2024).

  1. Gajah Bunga (29 Agustus 2024)
  • Jenis Kelamin: Betina, tanpa gading.
  • Penyebab: Diduga hepatitis dan tumor jaringan ikat (fibroma). Terdapat gangguan pada organ hati dengan penumpukan cairan di abdomen.
  1. Gajah Liar di Susukan Baru (31 Agustus 2024)
  • Jenis Kelamin: Tidak teridentifikasi.
  • Penyebab: Tidak diketahui karena bangkai membusuk selama 2–3 minggu, menyulitkan pengambilan sampel dan identifikasi.
  1. Gajah Liar Toto Projo (6 Oktober 2024)
  • Jenis Kelamin: Betina, tanpa gading.
  • Penyebab: Autolisis organ (penghancuran sel oleh enzim sendiri), dengan tanda radang pada paru-paru dan proliferasi jaringan ikat pada limpa.
  1. Anak Gajah Rubado (1 Desember 2024)
  • Jenis Kelamin: Jantan, gading disimpan untuk analisis.
  • Penyebab: Shock hipovolemik akibat kecacingan (Paramphistomum dan Hook worm). Diduga juga terpapar EEHV (Elephant Endotheliotropic Herpesvirus), menyebabkan pendarahan dan kehilangan cairan. Hasil laboratorium masih ditunggu untuk diagnosa lebih lanjut.

 

Leave A Comment