Cerita Harimau di Aceh Timur, Terkam Sapi Warga hingga Masuk Kandang Jebak

ACEH, ForestEarth.id – Kasus harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) menerkam ternak warga di Aceh Timur kembali terjadi. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memasang kandang jebak dan hasilnya, 1 ekor harimau terperangkap.

Di kebun sawit di Desa Seunebok Rambong, Kecamatan Nurussalam, Ilyas (47) menemukan sapinya mati dengan luka gigitan di bagian atas paha, Sabtu (25/1/2025). Temannya, Bahri, mengaku melihat harimau 30 meter dari bangkai sapi itu.

Pada Senin (27/1/2025), dua ekor sapi milik Irfandi (47) warga Desa Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, tepatnya di tepatnya di Afdeling VI PTPN, Desa Julok Rayeuk Utara juga diterkam harimau. Satu mati, satu lagi terluka parah dan disembelih.

Kepada wartawan, Kapolsek Indra Makmu, Iptu Muhammad Alfata, mengatakan dalam kasus ini pihaknya berkoordinasi dengan BKSDA Aceh. Dia berharap penanganan yang dilakukan dapat menenangkan masyarakat yang resah.

Berselang beberapa hari, tepatnya pada Kamis (6/2/2025), di Desa Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmu, ternak sapi milik Irawan (45) juga ditemukan dalam keadaan mati dengan luka gigitan di paha dan kaki depan kanan.

Bahkan saat ditemukan sekitar pukul 09.40 WIB, bangkai sapi itu masih mengeluarkan darah segar. Diduga, sapi tersebut baru saja diterkam harimau.

BKSDA Aceh Pasang Kandang Jebak
Dari sejumlah peristiwa tersebut, BKSDA Aceh memasang kandang jebak. Kepada wartawan, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh, Kamarudzaman, mengatakan kandang jebak dipasang di lokasi yang dilaporkan sering terjadi serangan harimau.

Nantinya jika harimau sudah masuk kandang jebak, akan direlokasi ke tempat lain untuk menghindari potensi konflik selanjutnya. Pihaknya mengimbau masyarakat tidak melepasliarkan ternaknya. Pihaknya mengimbah agar ternaknya dimasukkan ke dalam kandang anti harimau.

Pada kandang anti harimau itu, diberi lilitan kawat berduri. Hal yang mana sudah dilakukan di daerah lain dan cukup efektif mencegah serangan satwa liar.

Kandang jebak yang dipasang di lokasi kejadian membuahkan hasil pada Minggu (9/2/2025). Pihaknya mendapat laporan dari tim di lapangan bahwa harimau sumatra yang diduga menerkam sapi milik warga beberapa hari sebelumnya sudah masuk ke dalam kandang jebak.

Harimau itu masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang di perkebunan sawit Desa Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmu. Mendapat laporan itu, Tim medis BKSDA Aceh bergerak ke lokasi mengecek kesehatan satwa tersebut.

“Akan dipindahkan ke lokasi penampungan sementara. Proses lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” katanya.

Diketahui, pemasangan perangkap atau kandang jebak ini untuk merespons keresahan warga sekaligus menyelamatkan harimau sumatra dari ancaman perburuan atau konflik lebih lanjut dengan manusia.

Leave A Comment