Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan, 1 Tewas, 2 Hilang

MEDAN, ForestEarth.id – Pusdalops PB Sumut juga mencatat satu jiwa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dua jiwa masih dinyatakan hilang akibat peristiwa naas tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan data tersebut merupakan data sementara yang masuk dari Pusdaslops PB Sumut.

Ia mengatakan BPBD setempat telah melakukan upaya penanganan yang melibatkan pemangku kebijakan terkait.

Pihak terkait telah melakukan penilaian awal kejadian bencana di lokasi bencana, melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

“Juga melakukan operasi SAR terhadap korban yang hilang,” jelasnya, Minggu (16/3/2025).

Pihak terkait juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar terhadap masyarakat terdampak bencana, melakukan perencanaan, penentuan rencana operasi, dan evaluasi penanganan darurat, serta mendirikan posko.

Pihaknya juga melakukan pendampingan sistem komando penanganan darurat bencana dan keposkoan dan menurunkan sumber daya manusia di lokasi bencana.

“Berdasarkan laporan, ketinggian air sudah menurun drastis di enam kecamatan dan masyarakat didukung oleh pemerintah daerah dan relawan melakukan pembersihan material akibat banjir,” ujarnya.

Sebanyak 711 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor di Padangsidimpuan. Hal tersebut berdasarkan catatan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara.

Informasi yang diperoleh, banjir dan longsor terjadi pada Kamis (13/3/2025) pukul 23.30 WIB. Diketahui, 711 jiwa itu berasal dari Kecamatan Padangsidimpuan Selatan sebanyak 470 jiwa dan Padangsidimpuan Utara sebanyak 241 jiwa.

Dampak banjir dan longsor juga dirasakan 2.966 jiwa di Kecamatan Padangsidimpuan Utara 260 jiwa, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan 2.519 jiwa, dan Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara 187 jiwa.

Diberitakan sebelumnya, curah hujan tinggi mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut) yang juga diperparah oleh Sungai Ayumi yang meluap.

Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan banjir mengakibatkan sebanyak lima kecamatan terdampak.

Adapun yang terdampak yakni Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kecamatan Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu dan Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

Leave A Comment