MEDAN, ForestEarth.id – Gelombang laut di perairan Sumatera Utara diperkirakan berpotensi mencapai 2,5 meter pada 2 – 5 Juni 2025. Hal tersebut dapat berdampak pada perahu nelayan hingga kapal tongkang. Begitupun suhu diperkirakan mencapai 38,2 derajat celcius.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Novena mengatakan, kondisi tersebut dapat terjadi di perairan timur Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu.
Kemudian perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan barat Sumatera Utara. Dikatakannya, pola angin di wilatan Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan kisaran 4 – 20 knot.
Sementara itu di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 6-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Samudra Hindia selatan Banten.
Jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang laut mencapai 1,25 meter, lanjutnya, berisiko terhadap pelayaran yang menggunakan perahu nelayan.
“Jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang tinggi mencapai 1,5 meter memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran kapal tongkang,” katanya.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Tri Anggun Lestari mengatakan, Kota Medan dan sekitarnya dilanda cuaca panas menyengat mencapai 38,2 derajat celcius.
“Untuk hari ini suhu udara maksimum yang tercatat BBMKG Wilayah I Medan pada pukul 15.00 WIB mencapai 38,2 derajat celcius,” katanya, Senin (2/5/2025).
Dua jam sebelumnya suhu udara tercatat 36,8 derajat celcius. Dalam beberapa hari terakhir cuaca panas menyengat juga melanda Kota Medan dan sekitarnya berkisar antara 32 hingga 37,6 derajat celcius.
Pada Rabu (28/5/2025) sempat menyentuh angka 36,9 derajat celcius pukul 13.00 WIB kemudian pada pukul 15.00 WIB, mencapai angka 37,6 derajat celcius.