Peninjauan Bendung Sei Wampu di Kabupaten Langkat oleh Menteri PU sebagai bagian dari percepatan pembangunan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Banjir di Medan dan Sergai, Ribuan Warga Terdampak

MEDAN, ForestEarth.id – Hujan lebat yang mengguyur Kota Medan dan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dalam 1–2 hari terakhir memicu banjir di beberapa ruas jalan kota maupun pemukiman.

Sejumlah ruas jalan di Medan tergenang usai hujan deras mengguyur malam Rabu hingga dini hari Kamis (15-16/1/2025). Salah satu titik yang menjadi langganan banjir adalah Jalan Letda Sujono di kawasan Pintu Tol Bandar Selamat, Medan Tembung.

Ruas lain yang juga dilaporkan terdampak antara lain Jalan Gatot Subroto (di dekat Kodam I/BB), Jalan Dr Mansyur, dan wilayah Marelan. Menurut Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, pantauan menunjukkan masih ada beberapa genangan pada pagi hari meskipun sebagian telah surut.

Di kota ini terdapat 3 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalami kenaikan permukaan air yakni DAS Sunggal & DAS Sikambing (50 cm) dan DAS Babura (20 cm) namun belum signifikan sehingga belum menyebabkan luapan ke pemukiman warga.

BPBD juga menyebut 21 kecamatan di Kota Medan memiliki titik-titik yang rentan banjir — artinya hampir setiap kecamatan punya lokasi rawan ketika hujan ekstrim turun. Di kawasan USU, meskipun telah dibangun kolam retensi, banjir lokal tetap terjadi.

Pengamat dan instansi teknis menjelaskan bahwa kolam retensi tersebut hanya dirancang untuk menahan limpasan hujan lokal, bukan untuk menampung luapan dari sungai ketika muka air utama sudah tinggi.

Masalah lain adalah saluran air/parit yang tersumbat dan kapasitas drainase yang tidak memadai. Di Medan Labuhan, khususnya perumahan TKBM Kelurahan Sei Mati, banjir belum kunjung surut setelah hujan deras.

1.203 KK di Sergai Terdampak, Posko Siaga Didirikan

Di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), hujan deras menyebabkan banjir di Kecamatan Sei Rampah dan Perbaungan. Sebanyak 1.203 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.829 jiwa terdampak banjir.

Penyebabnya diduga akibat meluapnya sejumlah sungai dan kenaikan debit air yang cepat akibat curah hujan tinggi. BPBD Sergai bersama TNI, Polri, aparatur kecamatan, dan perangkat desa telah menyiapkan posko siaga darurat untuk evakuasi warga dan penyaluran bantuan.

Beberapa desa seperti Seirejo menjadi titik yang paling parah terdampak, dengan ratusan rumah terendam air. Sebelumnya, di Kecamatan Dolok Merawan, luapan Sungai Bahilang juga telah merendam 45 rumah dan memutus akses jalan di Desa Penggalian.

Leave A Comment