Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran beberapa negara anggota terhadap beban ekonomi dan industri yang ditimbulkan oleh target ambisius pengurangan emisi sebesar 90 persen pada tahun 2040 dibandingkan tingkat emisi sebelumnya. (Pixabay)

Uni Eropa Pertimbangkan Pelonggaran Target Iklim 2040 karena Penyerapan Karbon Hutan Melemah

BRUSSELS, ForestEarth.id  — Uni Eropa (UE) sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan target iklim tahun 2040 jika penyerapan karbon di sektor hutan dan penggunaan lahan tidak mencapai tingkat yang diharapkan. Hal ini tertuang dalam rancangan dokumen kompromi menjelang pertemuan penting menteri iklim pada awal November.

Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran beberapa negara anggota terhadap beban ekonomi dan industri yang ditimbulkan oleh target ambisius pengurangan emisi sebesar 90 persen pada tahun 2040 dibandingkan tingkat emisi sebelumnya. 

Menurut rancangan tersebut, Komisi Eropa dapat mengusulkan “penyesuaian target sementara” apabila serapan karbon hutan dan lahan tidak memenuhi proyeksi. “Uni Eropa dapat menyesuaikan target tahun 2040 dalam batas kekurangan yang mungkin terjadi,” demikian bunyi kutipan dari dokumen tersebut.

Rencana pelonggaran itu juga mencerminkan usulan Prancis yang sebelumnya meminta adanya “rem darurat” (emergency brake) — mekanisme yang memungkinkan target pengurangan emisi dikurangi sekitar 3 persen jika penyerapan karbon dari sektor hutan dan penggunaan lahan gagal mencapai sasaran.

Para ilmuwan mencatat bahwa serapan karbon hutan di Eropa telah menurun hampir sepertiga dalam satu dekade terakhir, disebabkan oleh kebakaran hutan, kekeringan, dan praktik pengelolaan yang tidak berkelanjutan. 

Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa sektor kehutanan, yang sebelumnya menjadi penyerap karbon alami bagi Eropa, kini justru bisa menjadi sumber emisi baru. Meski demikian, rancangan tersebut masih perlu persetujuan dari minimal 15 dari 27 negara anggota UE untuk dapat diberlakukan. 

Beberapa isu krusial lain masih diperdebatkan, termasuk sejauh mana negara anggota boleh menggunakan kredit karbon internasional untuk memenuhi sebagian target pengurangan emisi. Pertemuan menteri iklim UE dijadwalkan berlangsung pada 4 November, hanya dua hari sebelum dimulainya Konferensi Iklim PBB (COP30) di Belém, Brasil. 

Para diplomat menilai, kesepakatan ini penting agar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dapat hadir di COP30 dengan membawa komitmen baru Eropa terhadap aksi iklim global.

Seorang juru bicara dari kepresidenan Denmark, yang memimpin perundingan dan penyusunan dokumen tersebut, mengatakan, “Dengan COP30 yang sudah di depan mata, ini saatnya bagi Uni Eropa untuk menyepakati target iklim 2040.” 

Leave A Comment