Jejak Digital Terbongkar, Penjual 13 Kg Sisik Trenggiling Ditangkap di Medan

MEDAN, ForestEarth.id – Namanya Obet Tarigan (43). Pada Selasa (4/11/2025) sore, dia hendak ditangkap tangan di sebuah lahan parkir di Jalan AH Nasution, Medan. Dia diringkus dengan barang bukti karung besar berisi sisik trenggiling yang akan dijualnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Jumat (14/11/2025) menjelaskan, tersangka sudah dipantau oleh tim Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan.

Penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat akan adanya transaksi bagian tubuh satwa dilindungi.

Dijelaskan Calvijn, Obet Tarigan menjual sisik trenggiling melalui marketplace.

Kemudian, Obet dan calon pembeli melanjutkan komunikasi dengan calon pembeli melalui jalur pribadi seperti direct message (DM) atau inbox. Calvijn menyebut dalam kasus ini ada yang masih dicari, berinisial X.

“Dialah pemilik kulit (sisik) trenggiling ini, dan menitipkannya untuk dijual, yang nantinya harga 1 kg adalah sekurang-kurangnya Rp1.200.000. Itu di taraf mereka. Di black market harganya dan cukup mahal sekali,” katanya.

Dikatakannya, OT hendak menjual sisik seberat 13 kilogram kepada seseorang berinisial L, yang dikenal melalui Facebook, dengan harga Rp 1,2 juta per kilogram atau total Rp 15,6 juta. Ia mendapatkannya dari seseorang yang sedang diburu.

Saat pemeriksaan, lanjut Calvijn, Obet mengaku aksi ini baru dilakukan kali ini untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Jejak digital tersangka sudah terbuka bagi polisi melalui marketplace dan media sosial, sehingga memudahkan pengintaian dan penangkapan.

“OT kini ditahan dan dijerat Pasal 40 A ayat 1 huruf F dan H jo Pasal 21 ayat 2 huruf C dan G UU No 32 Tahun 2024 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” jelas Calvijn

Polisi Kehutanan Ahli Muda BBKSDA Sumut, Patar Manalu, mengatakan, sisik trenggiling juga dilindungi. Satwa ini, baik hidup, mati, maupun bagian-bagiannya, semuanya dilindungi.

“Banyak sisik trenggiling diburu untuk kebutuhan obat-obatan tradisional yang diperjualbelikan di luar negeri, seperti di China, Thailand, dan Bangkok,” kata Patar.

Leave A Comment