HUMBANG HASUNDUTAN, ForestEarth.id – Banjir dan longsor tak cuma terjadi di Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Tapanulli Tengah. Kejadian yang sama juga terjadi di Humbang Hasundutan. Tepatnya di Desa Panggunungan, Kecamatan Pakkat, sebanyak empat orang korban ditemukan meninggal dunia dan empat orang masih dalam pencarian.
Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/11/2025 )disebut 4 korban meninggal dunia itu yakni Beres Sihotang (80), Merni Simamora (45), Tiurma Br. Simanullang (90), dan Juniati Silaban (47). Kasi Humas Polres Humbahas Bripka Jafaruddin Simanjuntak mengatakan empat orang yang hilang itu yakni Tiada Simanullang (70), Ardo Sihotang (19), Roy Simanullang (19), dan anak perempuan Nurcahaya Sihotang (9).
Dikatakannya, selain banjir bandang, longsor yang terjadi di desa itu membawa material batu besar dan lumpur dan menutup badan jalan di Kecamatan Pakkat. Sekitar pukul 18.00 WIB, pencarian korban dihentikan dan akan dilanjutkan besok Kamis (27/11/2025) pagi. “Mengingat cuaca di lokasi pencarian masih turun hujan serta kabut dan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi longsor susulan,” katanya.
Wakapolres Humbahas Kompol Manson Nainggolan mengatakan banjir bandang terjadi Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 13.00. Air bah menerjang delapan rumah warga dan menghanyutkan satu unit mobil. Saat kejadian, 11 warga terseret arus. Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dan menemukan dua warga dalam keadaan meninggal dunia.
Di sisi lain, Manson mengatakan pihaknya membantu warga terdampak untuk mengungsi ke rumah penduduk yang dinilai aman dari potensi bencana susulan.“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir agar meningkatkan kewaspadaan, segera mengungsi jika melihat tanda-tanda bahaya, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan,” ujarnya.