Akses Jalan ke Simardangiang Putus Total, 7 Ha Sawah Gagal Panen

TAPANULI UTARA, ForestEarth.id – Akses jalan menuju Desa Simardangiang dan Pangurdotan, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara masih putus total akibat material banjir dan longsor.

Kepala Desa Simardangiang, Tampan Sitompul mengatakan saat ini alat berat sudah turun ke lokasi namun bisa bekerja optimal sehingga pengerjaan masih dilakukan secara manual.

Masyarakat Desa Simardangiang , Pangurdotan, dan Aek Tandiang membersihkan material dalam kondisi hujan gerimis bersama Bhabinsa Koramil, Bhabinkamtibmas, Polsek Pahae Julu dan juga ada anggota DPRD Tapanuli Utara.

“Kondisi saat ini, jalan menuju Simardangiang dari Sigopulon yang ada di wilayah itu, ada dua desa yakni Pangurdotan dengan Simardangiang putus total,” katanya, Kamis (27/11/2025).

Dijelaskannya, saat ini belum bisa menghitung estimasi kerugian masyarakat Simardangiang dan Pangurdotan. Yang pasti, lanjut dia, masyarakat sangat merasakan kerugian akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Rabu (26/11/2025).

“Bukan hanya di jalan saja. Di persawahan kami gagal panen. Ada sekitar 5 sampai 7 hektare yang kerusakan yang tertimpa, tertutup longsor di dua desa ini. Jadi untuk kerugian, kami belum bisa pastikan berapa kerugiannya,” katanya.

Diketahui, bulan November sudah memasuki musim panen padi di Desa Simardangiang. Kearifan lokal masyarakat, panen dilakukan secara bergotong royong dalam konsep marsadiapari.

Leave A Comment