MEDAN, ForestEarth.id – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyebut korban banjir dan longsor yang meninggal dunia bertambah menjadi 24 orang.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintuka mengatakan, bencana kali ini cukup banyak mulai dari banjir, longsor, pohon tumbang, dan lainnya.
Pihaknya mencatat ada 86 bencana alam yang mana tanah longsor di 59 titik, banjir 21 titik, pohon tumbang 4 titik dan puting beliung 2 titik.
Wilayah yang terjadi bencana itu yakni Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Sergai, Tapteng, Taput, Humbahas, Padang Sidempuan, dan Kota Sibolga.
Ferry menegaskan bahwa seluruh jajaran telah bekerja maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Dijelaskannya, pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan untuk mengevakuasi warga.
“Selain itu juga membuka akses jalan yang tertutup material longsor bersama tim gabungan dari TNI, BPBD pemerintah daerah dan relawan,” katanya.
Tim juga berkoordinasi dengan BPBD dan stakeholder lain untuk mempercepat penanganan, pencarian korban, pendirian posko darurat, dan distribusi bantuan.
Polda Sumut juga membuka kanal informasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi darurat di wilayah masing-masing.