Solidaritas lintas organisasi. Aliansi Batang Toru dan Muhammadiyah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Selatan.

Aliansi Batang Toru dan Muhammadiyah Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan

TAPANULI SELATAN, ForestEarth.id — Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Batang Toru (BETA) bersama Jaringan Advokasi Masyarakat Marjinal (JAMM) serta Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Utara berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Tapanuli Selatan dalam merespons bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan.

Manajer Program Green Justice Indonesia (GJI), Sofian Adly, mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk solidaritas lintas organisasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi di tengah situasi darurat. Diketahui, Aliansi BETA terdiri dari Yayasan Samudera, Elsaka, Sumatera Rainforest Institute, Green Justice Indonesia, Walhi Sumut, dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari/Orangutan Information Center (YOSL/OIC).

Dalam merespon banjir bandang dan longsor ini, Aliansi BETA bekerja sama dengan JAMM, SHI Sumut serta PD Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Menurut Sofian, bantuan yang disalurkan berupa makanan kering siap konsumsi, hygiene kits atau perlengkapan kebersihan, perlengkapan P3K, serta selimut dan matras. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban warga yang terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan infrastruktur.

Distribusi bantuan akan dilakukan oleh Tim Respon Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ke sejumlah desa terdampak, antara lain Desa Batu Hula, Aek Ngadol, Garoga, serta wilayah lain di Kabupaten Tapanuli Selatan yang terdampak banjir dan longsor.

Sofian menegaskan, kerja sama ini penting mengingat skala bencana yang luas dan kondisi warga yang masih membutuhkan dukungan berkelanjutan. “Respons kemanusiaan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Kolaborasi dengan MDMC Muhammadiyah menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan,” katanya.

Ketua PD Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Lazuardi Harahap mengatakan, pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dalam penanganan bencana. Muhammadiyah menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang kerja sama demi memperkuat respons kemanusiaan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak di berbagai wilayah Tapanuli Selatan.

“Bantuan ini akan disalurkan kepada penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah desa di Tapsep,” katanya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan perhatian bersama terhadap kondisi lingkungan serta kerentanan bencana yang dihadapi masyarakat di kawasan Batang Toru dan sekitarnya.

“Kami membentuk tim khusus dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini hingga sampai ke tangan mereka yang menjadi korban banjir dan longsor di Tapsel,” ujar Ketua MDMC PD Muhammadiyah Tapsel, Mukti Simamora.

Leave A Comment