MINAHASA UTARA, ForestEarth.id — Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda membuka kegiatan Green Press Community 2026 di Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi jurnalis lingkungan dari 26 provinsi bersama pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil untuk membicarakan kelangsungan bumi di tengah krisis lingkungan global.
Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda mengaku bangga karena Green Press Community untuk pertama kalinya digelar di luar Pulau Jawa. Ia menyebut hal tersebut sebagai kehormatan bagi Minahasa Utara dan bukti kepercayaan terhadap daerah kepulauan sebagai ruang penting diskursus lingkungan.
Menurutnya, kondisi lingkungan dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Pembangunan, kemajuan teknologi, dan aktivitas manusia telah memberikan dampak signifikan terhadap alam. “Apakah umat manusia akan membiarkan bumi rusak dan ditinggalkan, sementara tidak ada tempat lain yang lebih layak untuk ditinggali,” katanya, Sabtu (7/2/2026).
Ia menegaskan peran strategis jurnalis dalam menjaga bumi melalui pemberitaan yang berdampak. Tema jurnalisme melindungi pesisir dan pulau-pulau kecil dinilai sangat relevan dengan kondisi Minahasa Utara yang memiliki lebih dari 40 pulau, namun hanya sebagian kecil yang berpenghuni.
Bupati juga menyinggung ancaman hilangnya pulau-pulau kecil di Indonesia akibat aktivitas manusia. Ia mengingatkan agar kekayaan kepulauan tidak terus berkurang dengan dalih pembangunan, sebagaimana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, kata dia, menyambut baik Green Press Community sebagai ruang memperkuat kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Ia berharap jurnalis terus konsisten mengawal isu lingkungan agar seluruh pemangku kepentingan lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam Indonesia.