Acara ini menjadi momentum kolaborasi jurnalis, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat peran media dalam menjaga lingkungan di tengah ancaman krisis iklim.

Green Press Community 2026 di Minahasa Utara, Dorong Peran Jurnalisme Lindungi Pesisir dan Pulau Kecil

MINAHASA UTARA, ForestEarth.id – Kegiatan Green Press Community (GPC) 2026 resmi digelar di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dengan mengangkat tema “Jurnalisme Melindungi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.” Acara ini menjadi momentum kolaborasi jurnalis, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat peran media dalam menjaga lingkungan di tengah ancaman krisis iklim.

Ketua SIEJ Sulawesi Utara, Finda Mokhtar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Minahasa Utara dan Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan kekayaan alam luar biasa. Kawasan ini memiliki bentang laut, pegunungan, hutan, serta pesisir yang menopang kehidupan masyarakat.  Selain itu, kekayaan ekologis tersebut juga didukung oleh kearifan lokal yang menjaga harmonisasi hubungan manusia dengan alam.

“Minahasa Utara adalah representasi Sulawesi Utara. Daerah ini memiliki pesisir, pulau-pulau kecil, sektor pariwisata yang tumbuh, serta pembangunan yang dinamis. Namun di balik potensi besar itu, ada tantangan serius seperti krisis iklim, tekanan terhadap kawasan pesisir dan laut, alih fungsi lahan, serta ancaman terhadap keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjalanan organisasi jurnalis lingkungan di Sulawesi Utara telah dimulai sejak 25 Juni 2014 melalui pembentukan SIEJ Simpul Sulut. Organisasi ini kemudian berkembang dan bertransformasi menjadi SIEJ Daerah Sulawesi Utara pada 4 Oktober 2025. 

Tahun ini, Sulawesi Utara dipercaya menjadi tuan rumah GPC 2026. Finda juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap GPC 2026 menjadi ruang belajar dan kolaborasi agar pemberitaan semakin berpihak pada lingkungan dan keberlanjutan.

Ketua Umum The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), Joni Aswira Putra, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim yang semakin nyata. Menurutnya, jurnalis tidak bisa bekerja sendiri, begitu pula pemerintah daerah.

“Green Press Community adalah ruang bagi semua pihak untuk berkumpul dan membicarakan kelangsungan bumi kita. Kita melihat bencana ekologis semakin sering terjadi, krisis pangan meningkat, abrasi dan kenaikan muka air laut juga semakin nyata. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan GPC telah digelar secara rutin setiap tahun untuk memperkuat kerja sama antara jurnalis, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil. Tahun ini, jurnalis dari 26 provinsi hadir dalam kegiatan tersebut.Joni juga menyinggung tantangan dunia pers di era disrupsi digital yang dipenuhi hoaks dan misinformasi.

Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi berbasis ilmu pengetahuan, termasuk dalam isu lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju 20 tahun SIEJ yang akan diperingati pada 22 April mendatang. Organisasi tersebut berkomitmen memperluas ekosistem jurnalisme lingkungan di Indonesia melalui penguatan literasi dan edukasi publik.

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda secara resmi membuka Green Press Community 2026 dan menyampaikan rasa bangga karena kegiatan ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Ia menilai Minahasa Utara sebagai lokasi yang tepat mengingat daerah tersebut memiliki lebih dari 40 pulau, meski hanya sebagian yang berpenghuni.

“Tema perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil sangat relevan dengan kondisi daerah kami. Tantangan menjaga wilayah pesisir dan pulau kecil menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia berharap peran jurnalis melalui karya pemberitaan dapat memberi dampak positif dalam meningkatkan kesadaran semua pihak untuk merawat lingkungan dan menjaga bumi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat dan daerah, organisasi lingkungan, akademisi, mahasiswa, serta jurnalis lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai kolaborator seperti organisasi masyarakat sipil dan lembaga internasional turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut

Leave A Comment