Kearifan lokal masyarakat Minahasa Utara selama ini menjaga harmoni manusia dan alam. Di tengah krisis iklim dan alih fungsi lahan, nilai-nilai ini menjadi benteng penting perlindungan lingkungan.

Kekayaan Alam, Kearifan Lokal Masyarakat MInahasa Utara dan Ancaman Krisis Iklim

MINAHASA UTARA, ForestEarth.id — Ketua Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Sulawesi Utara, Finda Mokhtar, menegaskan bahwa Minahasa Utara merupakan miniatur sekaligus representasi kekayaan alam Sulawesi Utara. Wilayah ini memiliki bentang laut, kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, hutan, hingga pegunungan yang menopang kehidupan masyarakat.

Menurut Finda, kekayaan ekologis tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berpadu dengan kearifan lokal masyarakat yang selama ini berperan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Namun, potensi besar itu kini berhadapan dengan tantangan serius, mulai dari krisis iklim, tekanan terhadap wilayah pesisir dan laut, alih fungsi lahan, hingga ancaman terhadap keanekaragaman hayati.

Ia menyebut Minahasa Utara sebagai wilayah strategis karena menjadi ruang bertemunya kepentingan pariwisata, pembangunan, dan konservasi. “Dinamika pembangunan yang tinggi harus diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan, terutama pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujarnya dalam kegiatan Green Press Community 2026, Sabtru (7/2/2026)

Finda juga menekankan peran penting pers dan komunitas jurnalis dalam mengangkat isu lingkungan hidup secara konsisten. Ia memaparkan perjalanan organisasi jurnalis lingkungan di Sulawesi Utara yang dimulai pada 25 Juni 2014 sebagai SIEJ Simpul Sulut, lalu berkembang menjadi SIEJ Daerah Sulawesi Utara pada 4 Oktober 2025.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas terselenggaranya Green Press Community 2026 dengan tema jurnalisme melindungi pesisir dan pulau-pulau kecil. Menurutnya, forum ini menjadi momentum memperkuat praktik jurnalistik yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan masa depan wilayah pesisir.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum SIEJ, Joni Aswira Putra mengatakan, jurnalis memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghadapi krisis iklim dan disinformasi yang kian massif. Menurutnya, GPC dapat menjadi ruang untuk membicarakan kelangsungan bumi di tengah meningkatnya bencana ekologis, krisis pangan, abrasi dan kenaikan muka air laut. 

Begitupun, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda mengatakan,  Green Press Community sebagai momentum penting membangun kesadaran kolektif menjaga pesisir dan pulau-pulau kecil yang terancam hilang. upati menyoroti kondisi lingkungan global yang semakin mengkhawatirkan akibat pembangunan, kemajuan teknologi, dan aktivitas manusia. Ia mengingatkan bahwa bumi adalah satu-satunya tempat tinggal manusia yang harus dijaga bersama.

Leave A Comment