LANGKAT, ForestEarth.id – Satu individu Orangutan Sumatera betina berhasil dievakuasi dari areal perkebunan kelapa sawit milik PT Bukit Tangga Lima (BTL) di Dusun Pancasila, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (24/2/2026).
Evakuasi dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Resort Aras Napal bersama tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) YOSL-OIC. Informasi tertulis diterima redaksi pada Kamis (26/2/2026).
Tim HOCRU YOSL-OIC sebelumnya menemukan orangutan tersebut saat melakukan patroli monitoring di kawasan Bukit Tangga Lima. Satwa dilindungi itu terlihat berada di atas tajuk kelapa sawit dan tengah memakan pucuknya. Banyaknya pelepah sawit yang berserakan di sekitar lokasi menunjukkan orangutan telah cukup lama beraktivitas di area perkebunan.
Karena lokasi temuan berada jauh dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), tim menilai evakuasi perlu segera dilakukan untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan orangutan, sekaligus menjamin keselamatan satwa tersebut.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada BBKSDA Sumut melalui Resort Aras Napal. Pada sore harinya, tim tiba di lokasi dan bersama HOCRU YOSL-OIC melakukan pembiusan secara aman dan terkendali.
Setelah berhasil dievakuasi, orangutan menjalani pemeriksaan medis awal dan dinyatakan sehat secara klinis. Individu betina ini diperkirakan berusia sekitar delapan tahun. Setelah dinyatakan layak untuk penanganan lanjutan, satwa dimasukkan ke dalam kandang angkut.
Karena keterbatasan waktu dan kondisi lapangan, orangutan sempat dibawa ke Namo Unggas, lokasi tempat tim bermalam, sembari mempersiapkan proses translokasi dan pelepasliaran.
Selanjutnya, BBKSDA Sumut dan HOCRU YOSL-OIC berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah VI Besitang terkait rencana pelepasliaran di wilayah kerja BBTNGL.
Pada Rabu (25/2/2026), tim gabungan dari BBKSDA Sumut, BBTNGL, dan YOSL-OIC bergerak menuju lokasi pelepasliaran di kawasan TNGL Resort Cinta Raja, tepatnya di area restorasi. Setibanya di lokasi, kandang angkut diangkat dan diletakkan di atas batang kayu untuk memudahkan orangutan menyeberangi sungai menuju kawasan hutan.
Setelah kandang dipastikan terikat aman, pintu dibuka. Orangutan betina tersebut segera keluar, menyeberangi sungai, lalu memanjat pepohonan hingga masuk ke dalam kawasan hutan. Tim memastikan satwa telah berada di habitat alaminya dengan aman sebelum kembali ke pondok restorasi OIC.