BUKIT LAWANG, ForestEarth.id – Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) melalui petugas Resor Bukit Lawang melaporkan telah terjadi kelahiran seekor anak orangutan (OU) dari induk yang dikenal dengan nama Pesek, di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya di Jalur Trail 1 posisi Kayu Putih pada sekitar pukul 13.00 WIB.
Palber Turnip, Kepala Bidang PTN Wilayah III Balai Besar TNGL melaporkan, berdasarkan hasil pengecekan awal di lapangan, kondisi induk dan anak dalam keadaan sehat.
Induk orangutan betina Pesek merupakan salah satu individu rehabilitan yang saat ini hidup liar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Pesek diterima di pusat rehabilitasi pada tahun 1993 saat diperkirakan berusia sekitar 5 tahun, setelah diserahkan oleh masyarakat dari wilayah Binjai.
“Saat ini usia Pesek diperkirakan telah mencapai sekitar 38 tahun dan telah melahirkan sebanyak 7 kali,” kata Palber, Rabu (25/3/2026).
Riwayat kelahiran anak-anak Pesek antara lain April (April 1997), Hirim (25 Agustus 2001 – meninggal dunia pada tahun 2002), Alam (25 Agustus 2004), Wati (4 Agustus 2006), Valentino (7 Februari 2013), Pandemik (20 Februari 2020), serta kelahiran terbaru pada 24 Maret 2026 yang hingga saat ini belum diberi nama dan jenis kelamin belum teridentifikasi.
Petugas BBTNGL bersama mitra konservasi OIC direncanakan akan melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan perkembangan dan keselamatan induk serta anak di habitat alaminya.
Kelahiran individu orangutan dari induk rehabilitan yang telah mampu beradaptasi dan berkembang biak di alam liar menjadi indikator penting keberhasilan upaya rehabilitasi satwa serta perlindungan habitat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.