JAKARTA, ForestEarth.id – Kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia dalam periode 4 hingga 5 September 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat kemunculan sejumlah titik kebakaran baru di beberapa daerah, sekaligus terus memperkuat penanganan intensif pada enam provinsi prioritas yang meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Sejumlah lokasi yang baru saja melaporkan kejadian karhutla di antaranya Kabupaten Belitung Timur dan Bangka Barat di Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara, Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur, serta Kabupaten Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah. Tim gabungan telah berhasil memadamkan sebagian besar api di wilayah-wilayah tersebut, meski pemadaman di Hutan Gunung Kendeng, Tojo Una-Una, masih terus diupayakan karena terhalang kondisi medan yang sulit dan berbahaya.
Untuk wilayah prioritas seperti Provinsi Riau, akumulasi area yang terbakar sejak awal tahun telah mencapai lebih dari 18 ribu hektare. BNPB mengerahkan dukungan armada udara berupa helikopter patroli, pesawat Operasi Modifikasi Cuaca, serta lima helikopter water bombing untuk menyiram kawasan lahan gambut yang masih menyimpang bara api. Sementara itu di Sumatera Selatan, terdeteksi lebih dari seribu titik panas yang menyebabkan kualitas udara di beberapa daerah berada pada tingkat yang tidak sehat.
Guna mencegah dampak buruk yang kian meluas, berbagai daerah terdampak telah menetapkan status Siaga Darurat hingga Tanggap Darurat. BNPB menegaskan pentingnya pemantauan rutin dan kesiapsiagaan penuh dari seluruh pihak untuk menjaga kawasan yang rawan terbakar selama musim kemarau berlangsung.
“Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., Sabtu (5/9/2026).

