Hot Topics

Laporan PBB Peringatkan Ambang Kritis 1,5 Drajat Celsius Terlewati dalam Waktu Dekat

JAKARTA, ForestEarth.id – Laporan terbaru dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis pada Rabu (2/9/2026) merilis peringatan serius mengenai masa depan iklim bumi.

Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (4/9/2026), pemanasan global diperkirakan bakal melampaui batas aman 1,5 derajat Celsius yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Paris hanya dalam hitungan beberapa tahun ke depan.

Bahkan apabila skenario yang paling optimistis sekalipun berhasil diterapkan, kenaikan suhu global masih diproyeksikan bakal menembus angka puncak 1,8 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.

Kondisi ini membawa ancaman nyata berupa cuaca ekstrem yang makin dahsyat serta kehancuran berbagai ekosistem penting yang pada akhirnya bakal mengganggu sistem kesehatan, ketahanan pangan, daya tahan infrastruktur, hingga kestabilan perekonomian masyarakat di seluruh penjuru dunia.

Ancaman kenaikan suhu yang kian nyata ini menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh komunitas internasional.

Direktur Eksekutif Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa Inger Andersen menegaskan bahwa situasi ini membutuhkan penanganan mendesak karena konsekuensinya akan sangat membahayakan kehidupan manusia.

“Tidak ada hasil yang baik jika kita tetap berada di atas 1,5 derajat Celsius. Di seluruh dunia, gelombang panas ekstrem sudah menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim akan terjadi lebih cepat, melanda lebih dahsyat, dan berlangsung lebih lama, sehingga menelan lebih banyak korban jiwa serta menyebabkan gangguan yang semakin parah,” kata Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen.

Kendati gambaran masa depan iklim tampak begitu mengkhawatirkan, laporan tersebut menegaskan bahwa harapan untuk memperbaiki situasi masih terbuka lebar.

Peluang untuk menurunkan kembali suhu bumi dan mencapai sasaran Perjanjian Paris tetap dapat diwujudkan melalui skenario khusus yang dikenal sebagai jalur overshoot, peak and decline.

Melalui mekanisme ini, suhu global memang dibiarkan sempat melampaui ambang batas untuk sementara waktu hingga menyentuh titik puncaknya, sebelum akhirnya perlahan-lahan diturunkan kembali secara konsisten.

Efektivitas langkah ini sangat bergantung pada komitmen global dalam menekan laju kenaikan suhu puncak, yang hanya bisa dicapai melalui pemangkasan emisi gas rumah kaca secara mendesak, drastis, dan berkelanjutan.

Tags :

reza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.