MEDAN, ForestEarth.id – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan pada Selasa (18/8/2026) malam memicu bencana angin puting beliung di sejumlah wilayah. Kecamatan Medan Johor menjadi kawasan yang terdampak paling parah, dengan sedikitnya 120 rumah warga mengalami kerusakan dari tingkat sedang hingga berat.
Kerusakan terkonsentrasi di dua wilayah, yakni Kelurahan Titi Kuning dan Kelurahan Suka Maju. Di Kelurahan Suka Maju saja, tercatat sekitar 90 unit rumah warga rusak diterjang pusaran angin. Mayoritas bangunan mengalami lepas atap seng, sementara beberapa rumah lainnya ambruk dan rata dengan tanah.
Suasana mencekam saat bencana terjadi diceritakan oleh Masrul Sihombing, salah satu warga Suka Maju yang rumahnya hancur. Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 19.00 WIB, diawali suara gemuruh dan kilatan petir yang saling bersahutan sebelum hujan deras dan angin kencang menerjang.
“Pertama petir dulu, enggak lama hujan terus datang angin. Berputar-putar anginnya bawa atap seng rumah orang,” ungkap Masrul saat ditemui di lokasi, Rabu (19/8/2026).
Melihat pusaran angin yang semakin brutal selama hampir 15 menit, Masrul sempat melarang kerabatnya masuk ke dalam rumah. Dugaannya tepat, dalam sekejap atap seng rumahnya sendiri ikut tersapu bersih oleh angin kencang yang berlangsung kurang lebih setengah jam tersebut.
Dahsyatnya hempasan angin malam itu tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga merubuhkan fasilitas publik. Sebuah tiang trafo listrik milik PLN dilaporkan tumbang dan menimpa bangunan warung milik warga setempat. Hingga saat ini, warga bersama petugas mulai bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa material bangunan yang berserakan di lokasi kejadian.

