JAKARTA, ForestEarth.id – Kabar menggemaskan datang dari Kebun Binatang Fort Worth, Texas, Amerika Serikat. Dua anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Barani dan Malu berhasil lahir dengan selamat dan mencatatkan sejarah sebagai kelahiran harimau sumatera pertama di kebun binatang tersebut. Kehadiran dua bayi predator mungil ini langsung mencuri perhatian publik dan menjadi simbol manis kuatnya kerja sama konservasi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Dua anak harimau yang lahir dari induk betina Ndari dan pejantan Rakan ini lahir pada 1 Juli 2026 dan baru diperkenalkan secara resmi kepada publik pada 2 Oktober 2026 setelah dipastikan berada dalam kondisi sehat. Pada usia sekitar 13 minggu dengan bobot mencapai 8 hingga 9 kilogram, keduanya mulai menunjukkan kepribadian yang unik dan menggemaskan. Barani, yang namanya diambil dari kata berani, tumbuh menjadi bayi harimau yang sangat aktif dan penasaran dengan sekitarnya. Sementara sang saudara, Malu, memiliki sifat yang cenderung lebih tenang, anggun, dan berhati-hati saat mengeksplorasi lingkungan baru mereka.
Dilansir dari Antara, Selasa (6/10/2026), Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyambut hangat kelahiran dua bayi harimau yang lucu ini. Menurutnya, keberadaan Barani dan Malu tidak hanya menjadi capaian besar bagi pelestarian satwa langka, tetapi juga mempererat hubungan sister city antara Fort Worth dan Kota Bandung yang telah terjalin sejak 1990.
“Barani dan Malu lahir di Amerika Serikat, tetapi membawa nama, asal-usul, dan pesan dari Indonesia. Keduanya menunjukkan bahwa kedekatan Bandung dan Fort Worth, serta Indonesia dan Amerika Serikat, dapat tumbuh melalui pendidikan, budaya, persahabatan warga, dan kepedulian bersama terhadap konservasi kehidupan,” ujar Indroyono dalam keterangan resminya.
Kini, tingkah menggemaskan Barani dan Malu di area Predators of Asia & Africa Kebun Binatang Fort Worth siap menyapa para pengunjung. Kehadiran mereka menjadi pengingat berharga bahwa upaya penyelamatan kekayaan alam Indonesia dapat menjadi jembatan persahabatan yang menyatukan masyarakat di berbagai belahan dunia.

