Benteng Terakhir Pesut Mahakam: KLH Tetapkan Muhuran dan Sabintulung Jadi Desa Konservasi

KUTAI KARTANEGARA, ForestEarth.id Upaya penyelamatan satwa endemik yang kian terhimpit, Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), memasuki babak baru.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) secara resmi menetapkan dua desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam.

Kedua desa tersebut adalah Desa Muhuran di Kecamatan Kota Bangun dan Desa Sabintulung di Kecamatan Muara Kaman. Kehadiran kedua desa ini melengkapi Desa Pela yang telah lebih dulu menyandang status desa konservasi dalam misi menyelamatkan mamalia air tawar yang kini berstatus kritis terancam punah tersebut.

Indikator Kesehatan Sungai

Dalam kunjungan kerja tersebut, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani, yang membacakan sambutan Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa Pesut Mahakam adalah simbol vitalitas alam.

“Pesut Mahakam bukan hanya satwa dilindungi, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem Sungai Mahakam. Karena itu, pelestarian habitatnya harus dilakukan secara kolaboratif,” ujar Rasio Ridho Sani, seperti dilansir dari Antara, Minggu (8/2/2026).

Komitmen Zero Tolerance Terhadap Pencemaran

KLH menekankan bahwa penetapan desa konservasi ini bukan sekadar label. Seluruh aktivitas ekonomi di kawasan tersebut—mulai dari transportasi air, perikanan, perkebunan, hingga pertambangan—kini dituntut untuk dikelola secara bertanggung jawab.

Pemerintah juga menyoroti dua fokus utama dalam menjaga habitat pesut. Pertama pengelolaan limbah, yaitu penguatan sistem sampah dan limbah rumah tangga maupun industri untuk mencegah pencemaran perairan.

Kedua, penegakan hukum. KLH membuka akses luas bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan perusakan lingkungan yang akan ditindak tegas melalui mekanisme hukum.

Ekosistem yang Saling Terhubung

Kawasan Danau dan Sungai Mahakam tidak hanya rumah bagi pesut, tetapi juga menjadi suaka bagi bekantan, berang-berang, hingga berbagai spesies burung air. Selain menjadi benteng keanekaragaman hayati, kawasan ini memiliki peran strategis nasional dalam mitigasi perubahan iklim.

Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat lokal, Kawasan Konservasi Pesut Mahakam diharapkan menjadi model dunia dalam pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat yang adil dan seimbang (fair and equitable benefits) bagi alam maupun manusia.

Leave A Comment