Hot Topics

Category: Inspirasi

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyetujui hasil harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dalam rapat pleno di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/7/2026). Hasil harmonisasi tersebut memuat penguatan pengakuan masyarakat adat, pelibatan masyarakat dalam pengukuhan kawasan hutan, serta sejumlah perubahan lain sebelum dibawa ke rapat paripurna sebagai usul inisiatif DPR. (Foto: Pixabay)

RUU Kehutanan Rampung Diharmonisasi, DPR Pertegas Pengakuan Masyarakat Adat

JAKARTA, ForestEarth.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI merampungkan harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Salah satu substansi penting dalam hasil harmonisasi tersebut adalah penguatan pengakuan terhadap masyarakat adat, serta penguasaan dan kepemilikan tanah eksisting dalam basis data kawasan hutan. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno […]
Read more
Sejumlah tokoh lingkungan, akademisi, dan jurnalis berbagi pandangan dalam peluncuran buku biografi Panut Hadisiswoyo, menegaskan bahwa perjuangan menjaga hutan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dari “Garis Terakhir” hingga Estafet Konservasi: Refleksi Para Tokoh untuk Masa Depan Gerakan Lingkungan

MEDAN, ForestEarth.id – Peluncuran buku autobiografi Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan seorang pegiat konservasi. Forum itu berkembang menjadi ruang refleksi para tokoh lingkungan dan masyarakat sipil yang membahas keberlanjutan gerakan konservasi, mulai dari pentingnya regenerasi, dokumentasi pengalaman aktivis, hingga menjaga independensi organisasi masyarakat sipil di tengah dinamika kebijakan. […]
Read more
Direktur Elsaka, Bekmi Darusman Silalahi menilai pengalaman para aktivis lingkungan yang puluhan tahun mendampingi masyarakat, menjaga hutan, memperjuangkan keadilan ekologis, hingga membangun gerakan sipil adalah pengetahuan yang tidak ternilai. Jika tidak didokumentasikan dengan baik, pengalaman itu berisiko hilang ditelan waktu.

Bekmi Silalahi: Pengalaman Aktivis Lingkungan Penting unt Didokumentasikan

MEDAN, ForestEarth.id – Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan (Elsaka), Bekmi Darusman Silalahi, mengingatkan pentingnya mendokumentasikan pengalaman para pegiat lingkungan dalam bentuk digital agar dapat menjadi rujukan bagi generasi mendatang. Hal itu disampaikannya saat memberikan tanggapan dalam peluncuran buku Autobiografi Panut Hadisiswoyo, Berdiri di Garis Terakhir pada Jumat (17/7/2026). Menurut Bekmi, pengalaman panjang para […]
Read more
Pendiri Yayasan Bitra Indonesia, Soekirman menilai Panut Hadisiswoyo merupakan contoh langka generasi muda yang mampu mempertahankan idealisme hingga dewasa

Soekirman Sebut Panut Kristalisasi Idealisme Gerakan Masyarakat Sipil

MEDAN, ForestEarth.id – Pendiri Yayasan Bitra Indonesia, Soekirman menilai Panut Hadisiswoyo merupakan contoh langka generasi muda yang mampu mempertahankan idealisme hingga dewasa. Menurutnya, perjalanan hidup pendiri Orangutan Information Centre (OIC) itu menunjukkan bahwa kerja-kerja organisasi masyarakat sipil bukan sekadar aktivitas semasa kuliah, tetapi dapat menjadi jalan pengabdian seumur hidup. Pandangan itu disampaikan Soekirman saat memberikan […]
Read more
Jurnalis Rizanul Arifin menilai judul buku biografi Panut Hadisiswoyo yang menggunakan frasa ‘Garis Terakhir’ justru memunculkan pertanyaan. Baginya, perjuangan seorang aktivis konservasi tidak semestinya dipahami seolah telah mencapai garis akhir.

Rizanul Arifin: Jangan Akhiri Perjuangan dengan Judul “Garis Terakhir”

MEDAN, ForestEarth.id – Jurnalis senior, Rizanul Arifin menilai judul buku biografi Panut Hadisiswoyo yang menggunakan frasa ‘Garis Terakhir’ justru memunculkan pertanyaan. Baginya, perjuangan seorang aktivis konservasi tidak semestinya dipahami seolah telah mencapai garis akhir. Pandangan itu ia sampaikan saat memberikan tanggapan dalam peluncuran buku biografi Panut Hadisiswoyo. Menurut Rizanul, sejak menerima naskah digital buku dua […]
Read more
Jurnalis senior Yulhasni menilai perjalanan konservasi orangutan yang dilakukan Panut Hadisiswoyo selama lebih dari dua dekade merupakan sebuah "operasi sunyi". Minim sorotan media, namun mampu melahirkan organisasi konservasi yang kini berkembang besar.

Konservasi Orangutan Berjalan dalam “Operasi Sunyi” Tapi Lahirkan Organisasi Besar

MEDAN, ForestEarth.id – Jurnalis senior Yulhasni menilai perjalanan konservasi orangutan yang dilakukan Panut Hadisiswoyo selama lebih dari dua dekade merupakan sebuah “operasi sunyi”. Minim sorotan media, namun mampu melahirkan organisasi konservasi yang kini berkembang besar. Pandangan itu disampaikan Yulhasni saat memberikan tanggapan dalam peluncuran buku biografi Panut Hadisiswoyo. Mengawali penyampaiannya, Yulhasni menyampaikan ucapan selamat kepada […]
Read more
Syafrizaldi Jpang menyebut perjalanan selama ini menunjukkan bahwa Panut telah mengorbankan banyak hal demi memastikan gerakan perlindungan orangutan tetap berjalan.

Kata Syafrizaldi Jpang Tentang Strategi Sleeping with The Enemy

MEDAN, ForestEarth.id — Bagi sebagian orang, Panut Hadisiswoyo mungkin dikenal sebagai pegiat konservasi orangutan yang bekerja tanpa lelah. Namun, di mata Syafrizaldi Jpang, sahabat sekaligus rekan seperjuangannya selama hampir dua dekade, gambaran itu belum sepenuhnya tepat. “Orang melihatnya kerja terus, kerja melulu. Padahal sebenarnya kerja Mas Panut itu sambil main-main,” ujar Syafrizaldi sambil berseloroh saat […]
Read more
Akademisi dan pegiat masyarakat sipil Edy Ikhsan mengingatkan pendiri Orangutan Information Centre (OIC), Panut Hadisiswoyo, agar tetap menjaga fokus pada kerja-kerja konservasi yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.

Cerita Edy Ikhsan dari Panut, OIC, Orangutan Hingga NGO yang Berantem

MEDAN, ForestEarth.id — Bagi Edy Ikhsan, perjalanan Orangutan Information Centre (OIC) hingga menjadi salah satu organisasi konservasi yang diperhitungkan saat ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Menurutnya, keberhasilan itu lahir dari kemampuan Panut Hadisiswoyo memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, membangun jejaring, dan meyakinkan banyak pihak agar mendukung kerja-kerja konservasi. “Tidak usah panggil saya Prof. […]
Read more
Sebuah perjalanan dedikasi seperempat abad dalam menjaga paru-paru dunia dan menyelamatkan satwa endemik Sumatra mencapai tonggak sejarah baru. Yayasan Orangutan Sumatra Lestari - Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) merayakan hari jadinya yang ke-25 sekaligus meluncurkan buku otobiografi sang pendiri, Panut Hadisiswoyo, yang bertajuk "Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir".

Luncurkan Otobiografi, Panut Hadisiswoyo Ungkap Filosofi “Berdiri di Garis Terakhir” dalam Menjaga Ekosistem

MEDAN, ForestEarth.id – Sebuah perjalanan dedikasi seperempat abad dalam menjaga paru-paru dunia dan menyelamatkan satwa endemik Sumatra mencapai tonggak sejarah baru. Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) merayakan hari jadinya yang ke-25 sekaligus meluncurkan buku otobiografi sang pendiri, Panut Hadisiswoyo, yang bertajuk “Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir”. Acara yang berlangsung hangat […]
Read more
Bentang hutan di Kabupaten Pakpak Bharat menjadi habitat penting orangutan sumatera yang menghubungkan Suaka Margasatwa Siranggas dan Hutan Lindung Batu Ardan. Upaya membangun kembali koridor ekologis dinilai penting untuk menjaga pergerakan dan keragaman genetik populasi satwa tersebut.

Menghubungkan Kembali Jalur Jelajah Orangutan Sumatera di Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT, ForestEarth.id – Desa Perolihen, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jahe Kabupaten Pakpak Bharat adalah salah satu desa penghasil durian di Sumatera Utara. Musim panen durian di kabupaten ini diprediksi akan jatuh pada bulan Agustus. Biasanya, warga akan berjaga-jaga di lading untuk menghalau datangnya monyet ekor panjang atau siamang hingga orangutan sumatera (Pongo abelii). Beberapa […]
Read more

Category: Inspirasi

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.