Hot Topics

Category: Inspirasi

Jurnalis Rizanul Arifin menilai judul buku biografi Panut Hadisiswoyo yang menggunakan frasa ‘Garis Terakhir’ justru memunculkan pertanyaan. Baginya, perjuangan seorang aktivis konservasi tidak semestinya dipahami seolah telah mencapai garis akhir.

Rizanul Arifin: Jangan Akhiri Perjuangan dengan Judul “Garis Terakhir”

MEDAN, ForestEarth.id – Jurnalis senior, Rizanul Arifin menilai judul buku biografi Panut Hadisiswoyo yang menggunakan frasa ‘Garis Terakhir’ justru memunculkan pertanyaan. Baginya, perjuangan seorang aktivis konservasi tidak semestinya dipahami seolah telah mencapai garis akhir. Pandangan itu ia sampaikan saat memberikan tanggapan dalam peluncuran buku biografi Panut Hadisiswoyo. Menurut Rizanul, sejak menerima naskah digital buku dua […]
Read more
Jurnalis senior Yulhasni menilai perjalanan konservasi orangutan yang dilakukan Panut Hadisiswoyo selama lebih dari dua dekade merupakan sebuah "operasi sunyi". Minim sorotan media, namun mampu melahirkan organisasi konservasi yang kini berkembang besar.

Konservasi Orangutan Berjalan dalam “Operasi Sunyi” Tapi Lahirkan Organisasi Besar

MEDAN, ForestEarth.id – Jurnalis senior Yulhasni menilai perjalanan konservasi orangutan yang dilakukan Panut Hadisiswoyo selama lebih dari dua dekade merupakan sebuah “operasi sunyi”. Minim sorotan media, namun mampu melahirkan organisasi konservasi yang kini berkembang besar. Pandangan itu disampaikan Yulhasni saat memberikan tanggapan dalam peluncuran buku biografi Panut Hadisiswoyo. Mengawali penyampaiannya, Yulhasni menyampaikan ucapan selamat kepada […]
Read more
Syafrizaldi Jpang menyebut perjalanan selama ini menunjukkan bahwa Panut telah mengorbankan banyak hal demi memastikan gerakan perlindungan orangutan tetap berjalan.

Kata Syafrizaldi Jpang Tentang Strategi Sleeping with The Enemy

MEDAN, ForestEarth.id — Bagi sebagian orang, Panut Hadisiswoyo mungkin dikenal sebagai pegiat konservasi orangutan yang bekerja tanpa lelah. Namun, di mata Syafrizaldi Jpang, sahabat sekaligus rekan seperjuangannya selama hampir dua dekade, gambaran itu belum sepenuhnya tepat. “Orang melihatnya kerja terus, kerja melulu. Padahal sebenarnya kerja Mas Panut itu sambil main-main,” ujar Syafrizaldi sambil berseloroh saat […]
Read more
Akademisi dan pegiat masyarakat sipil Edy Ikhsan mengingatkan pendiri Orangutan Information Centre (OIC), Panut Hadisiswoyo, agar tetap menjaga fokus pada kerja-kerja konservasi yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.

Cerita Edy Ikhsan dari Panut, OIC, Orangutan Hingga NGO yang Berantem

MEDAN, ForestEarth.id — Bagi Edy Ikhsan, perjalanan Orangutan Information Centre (OIC) hingga menjadi salah satu organisasi konservasi yang diperhitungkan saat ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Menurutnya, keberhasilan itu lahir dari kemampuan Panut Hadisiswoyo memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, membangun jejaring, dan meyakinkan banyak pihak agar mendukung kerja-kerja konservasi. “Tidak usah panggil saya Prof. […]
Read more
Sebuah perjalanan dedikasi seperempat abad dalam menjaga paru-paru dunia dan menyelamatkan satwa endemik Sumatra mencapai tonggak sejarah baru. Yayasan Orangutan Sumatra Lestari - Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) merayakan hari jadinya yang ke-25 sekaligus meluncurkan buku otobiografi sang pendiri, Panut Hadisiswoyo, yang bertajuk "Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir".

Luncurkan Otobiografi, Panut Hadisiswoyo Ungkap Filosofi “Berdiri di Garis Terakhir” dalam Menjaga Ekosistem

MEDAN, ForestEarth.id – Sebuah perjalanan dedikasi seperempat abad dalam menjaga paru-paru dunia dan menyelamatkan satwa endemik Sumatra mencapai tonggak sejarah baru. Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) merayakan hari jadinya yang ke-25 sekaligus meluncurkan buku otobiografi sang pendiri, Panut Hadisiswoyo, yang bertajuk “Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir”. Acara yang berlangsung hangat […]
Read more
Bentang hutan di Kabupaten Pakpak Bharat menjadi habitat penting orangutan sumatera yang menghubungkan Suaka Margasatwa Siranggas dan Hutan Lindung Batu Ardan. Upaya membangun kembali koridor ekologis dinilai penting untuk menjaga pergerakan dan keragaman genetik populasi satwa tersebut.

Menghubungkan Kembali Jalur Jelajah Orangutan Sumatera di Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT, ForestEarth.id – Desa Perolihen, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jahe Kabupaten Pakpak Bharat adalah salah satu desa penghasil durian di Sumatera Utara. Musim panen durian di kabupaten ini diprediksi akan jatuh pada bulan Agustus. Biasanya, warga akan berjaga-jaga di lading untuk menghalau datangnya monyet ekor panjang atau siamang hingga orangutan sumatera (Pongo abelii). Beberapa […]
Read more
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana uji materi UU Konservasi, Selasa (14/7/2026). Dalam persidangan, para pemohon menilai konsep Areal Preservasi dalam UU KSDHE menyimpang dari pendekatan Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECM) yang mengakui wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati. (HO)

AMAN dan KIARA Gugat UU Konservasi ke MK: Areal Preservasi Abaikan Hak Kelola Masyarakat Adat

JAKARTA, ForestEarth.id – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menggugat sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU KSDHE) ke Mahkamah Konstitusi. Para pemohon menilai konsep Areal Preservasi dalam undang-undang tersebut mengabaikan […]
Read more
Perwakilan AMAN, KIARA, masyarakat adat, dan komunitas lokal mengikuti sidang perdana uji materi UU KSDHE di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Para pemohon meminta Mahkamah memperkuat pengakuan terhadap hak masyarakat adat dalam pengelolaan kawasan konservasi serta menilai sejumlah ketentuan dalam UU tersebut berpotensi mengkriminalisasi praktik-praktik tradisional. (Foto: KIARA)

Konservasi Tidak Boleh Mengkriminalisasi Penjaga Alam

JAKARTA, ForestEarth.id – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU KSDHE) ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menilai sejumlah ketentuan dalam undang-undang tersebut mengabaikan hak kelola masyarakat adat dan komunitas lokal, bahkan berpotensi mengkriminalisasi praktik-praktik […]
Read more
Akar mangrove berperan menahan abrasi, meredam gelombang, menyimpan karbon, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota pesisir. RPPEM Nasional 2026–2055 diharapkan memperkuat tata kelola mangrove berbasis ekosistem dan melibatkan masyarakat pesisir. (Foto: Onrizal)

Indonesia Resmi Miliki RPPEM Nasional, Arah Baru Tata Kelola Mangrove 30 Tahun ke Depan

JAKARTA, ForestEarth.id – Di sepanjang garis pantai Indonesia, hutan mangrove selama ini menjadi benteng alami yang bekerja tanpa banyak disadari. Akarnya menahan abrasi, meredam gelombang, menjadi tempat pembesaran berbagai jenis ikan dan kepiting, sekaligus menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar. Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan sekadar hutan di tepi laut, melainkan ruang hidup yang menopang […]
Read more
Masyarakat adat Desa Maileppet dan Desa Muntei mengikuti nonton bareng (nobar) film Pesta Babi yang diselenggarakan Green Justice Indonesia (GJI) di Aula Conforty, Desa Maileppet, Kepulauan Mentawai, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog mengenai perlindungan hak-hak masyarakat adat, tanah ulayat, dan keberlanjutan wilayah adat.

Nobar Film Pesta Babi Dorong Kesadaran Masyarakat Adat Mentawai Lindungi Tanah Ulayat

MENTAWAI, ForestEarth.id – Green Justice Indonesia (GJI) menggelar nonton bareng (nobar) film Pesta Babi di Aula Conforty, Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang diikuti 115 peserta tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog untuk memperkuat kesadaran masyarakat adat mengenai pentingnya perlindungan tanah ulayat, wilayah adat, dan keberlanjutan budaya lokal. Peserta kegiatan […]
Read more

Category: Inspirasi

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.