Hot Topics

Category: Inspirasi

Menyelamatkan Orangutan, Melampaui Luas Hutan

Oleh: Onrizal, PhD Ada satu pelajaran penting dari kabar terbaru tentang orangutan di Sumatra: hutan yang masih tampak hijau di peta belum tentu aman bagi orangutan. Hutan bisa saja masih berdiri, tetapi telah terbelah oleh jalan. Ia dapat terjepit perkebunan, kehilangan jalur penghubung dengan blok hutan lain, atau terus mengalami konflik dan pembunuhan satwa yang tidak […]
Read more
Spanduk raksasa “No Second Home, Restore Their Forest” dibentangkan di Jembatan Trikora, Batang Toru, pada 19 Agustus 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Orangutan Internasional dan penutup Ekspedisi Hutan Merdeka, perjalanan bersepeda lebih dari 1.700 kilometer dari Jakarta ke Batang Toru yang diinisiasi Satya Bumi.

Aktivis Desak Pemerintah Hentikan Perizinan Destruktif di Habitat Orangutan Tapanuli

BATANG TORU, ForestEarth.id — Peringatan Hari Orangutan Sedunia di Batang Toru, Sumatera Utara, menjadi momentum bagi kelompok masyarakat sipil untuk kembali mendesak pemerintah memperkuat perlindungan habitat orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Direktur Green Justice Indonesia (GJI) Panut Hadisiswoyo mengatakan penyelamatan orangutan Tapanuli tidak dapat dipisahkan dari upaya mempertahankan hutan Batang Toru sebagai habitat satwa endemik tersebut. […]
Read more
Suasana talkshow “Fighting Climate Change from the Heart of the Forest” pada rangkaian Orangutan Festival 2026, para narasumber berdiskusi tentang pentingnya menjaga habitat orangutan Tapanuli sekaligus melindungi hutan, kehidupan masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem Batang Toru.

Kehilangan Orangutan Tapanuli Bukan Sekadar Kehilangan Satwa, tapi Hutan, Budaya, dan Masa Depan

BATANG TORU, ForestEarth.id — Menjaga orangutan Tapanuli bukan semata-mata upaya menyelamatkan satu spesies dari kepunahan. Perlindungan satwa endemik Sumatera Utara itu juga berkaitan dengan keberlangsungan hutan, tata air, mata pencaharian masyarakat, hingga warisan sosial dan budaya bagi generasi mendatang. Hal tersebut mengemuka dalam talkshow “Fighting Climate Change from the Heart of the Forest” yang menjadi […]
Read more
Veri dan Fitri menjelaskan pengalamannya bersepeda dari Jakarta ke Batang Toru.

1.700 Kilometer dari Jakarta ke Batang Toru, Pesepeda Soroti Kerusakan Hutan dan Krisis Lingkungan Sumatera

BATANG TORU, ForestEarth.id — Lima pesepeda dari Komunitas Sepeda Chemonk menutup perjalanan sejauh 1.700 km di Batang Toru. Sepanjang perjalanan, Tim Ekspedisi Hutan Merdeka itu melihat wajah lain Sumatera dari hutan yang terbakar, jalan rusak, aktivitas pertambangan hingga harapan tentang masa depan. Hal tersebut terungkap dalam talkshow “Fighting Climate Change from the Heart of Forest”, […]
Read more
Sejumlah pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Kota Medan. Di balik perannya menjaga lingkungan dan menopang ekonomi sirkular, sebagian besar dari sekitar 16.000 pemulung di Kota Medan masih bekerja tanpa perlindungan jaminan kecelakaan kerja.

Di Balik Gunung Sampah Kota Medan, 16.000 Pemulung Tanpa Perlindungan

MEDAN, ForestEarth.id – Resiko tertabrak alat berat, tertusuk jarum suntik bekas, kaca, logam hingga terpapar limbah berbahaya menjadi bagian dari keseharian pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Kota Medan. Ironisnya, hampir seluruh pemulung belum memiliki perlindungan jaminan kecelakaan kerja. Ketika kecelakaan terjadi, biaya pengobatan harus ditanggung sendiri. Tidak sedikit keluarga yang akhirnya terlilit hutang […]
Read more
Peserta Green Editor Forum mengikuti diskusi mengenai representasi masyarakat adat dalam pemberitaan media serta pentingnya menghadirkan suara masyarakat adat dalam pembahasan RUU Masyarakat Adat. (Foto: Dok. SIEJ)

Green Editor Forum Soroti Minimnya Suara Masyarakat Adat dalam Pemberitaan RUU Masyarakat Adat

JAKARTA, ForestEarth.id – Masyarakat adat masih belum menjadi subjek utama dalam pemberitaan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat. Padahal, regulasi tersebut secara langsung menyangkut pengakuan, perlindungan hak, dan kehidupan masyarakat adat di Indonesia. Temuan itu dipaparkan The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) dalam Green Editor Forum bertajuk Membaca RUU Masyarakat Adat dalam Pemberitaan Media […]
Read more
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyetujui hasil harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dalam rapat pleno di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/7/2026). Hasil harmonisasi tersebut memuat penguatan pengakuan masyarakat adat, pelibatan masyarakat dalam pengukuhan kawasan hutan, serta sejumlah perubahan lain sebelum dibawa ke rapat paripurna sebagai usul inisiatif DPR. (Foto: Pixabay)

RUU Kehutanan Rampung Diharmonisasi, DPR Pertegas Pengakuan Masyarakat Adat

JAKARTA, ForestEarth.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI merampungkan harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Salah satu substansi penting dalam hasil harmonisasi tersebut adalah penguatan pengakuan terhadap masyarakat adat, serta penguasaan dan kepemilikan tanah eksisting dalam basis data kawasan hutan. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno […]
Read more
Sejumlah tokoh lingkungan, akademisi, dan jurnalis berbagi pandangan dalam peluncuran buku biografi Panut Hadisiswoyo, menegaskan bahwa perjuangan menjaga hutan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dari “Garis Terakhir” hingga Estafet Konservasi: Refleksi Para Tokoh untuk Masa Depan Gerakan Lingkungan

MEDAN, ForestEarth.id – Peluncuran buku autobiografi Panut Hadisiswoyo: Berdiri di Garis Terakhir tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan seorang pegiat konservasi. Forum itu berkembang menjadi ruang refleksi para tokoh lingkungan dan masyarakat sipil yang membahas keberlanjutan gerakan konservasi, mulai dari pentingnya regenerasi, dokumentasi pengalaman aktivis, hingga menjaga independensi organisasi masyarakat sipil di tengah dinamika kebijakan. […]
Read more
Direktur Elsaka, Bekmi Darusman Silalahi menilai pengalaman para aktivis lingkungan yang puluhan tahun mendampingi masyarakat, menjaga hutan, memperjuangkan keadilan ekologis, hingga membangun gerakan sipil adalah pengetahuan yang tidak ternilai. Jika tidak didokumentasikan dengan baik, pengalaman itu berisiko hilang ditelan waktu.

Bekmi Silalahi: Pengalaman Aktivis Lingkungan Penting unt Didokumentasikan

MEDAN, ForestEarth.id – Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan (Elsaka), Bekmi Darusman Silalahi, mengingatkan pentingnya mendokumentasikan pengalaman para pegiat lingkungan dalam bentuk digital agar dapat menjadi rujukan bagi generasi mendatang. Hal itu disampaikannya saat memberikan tanggapan dalam peluncuran buku Autobiografi Panut Hadisiswoyo, Berdiri di Garis Terakhir pada Jumat (17/7/2026). Menurut Bekmi, pengalaman panjang para […]
Read more
Pendiri Yayasan Bitra Indonesia, Soekirman menilai Panut Hadisiswoyo merupakan contoh langka generasi muda yang mampu mempertahankan idealisme hingga dewasa

Soekirman Sebut Panut Kristalisasi Idealisme Gerakan Masyarakat Sipil

MEDAN, ForestEarth.id – Pendiri Yayasan Bitra Indonesia, Soekirman menilai Panut Hadisiswoyo merupakan contoh langka generasi muda yang mampu mempertahankan idealisme hingga dewasa. Menurutnya, perjalanan hidup pendiri Orangutan Information Centre (OIC) itu menunjukkan bahwa kerja-kerja organisasi masyarakat sipil bukan sekadar aktivitas semasa kuliah, tetapi dapat menjadi jalan pengabdian seumur hidup. Pandangan itu disampaikan Soekirman saat memberikan […]
Read more

Category: Inspirasi

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.