TAPANULI SELATAN, ForestEarth.id — Praktisi kopi Wahid Harahap menilai sektor kopi di Tapanuli Selatan memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola secara serius oleh masyarakat, khususnya petani.
Ia menjelaskan, dengan asumsi sederhana, satu pohon kopi dapat menghasilkan sekitar dua kilogram per tahun. Jika satu keluarga menanam 1.000 batang, maka produksi bisa mencapai dua ton per tahun.
“Kalau satu kilogram saja dihargai Rp50 ribu, tinggal dihitung potensi pendapatannya. Ini peluang nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurut Wahid, peluang ini harus dimanfaatkan oleh kelompok seperti Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dengan memperluas budidaya kopi secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa kopi saat ini masih kekurangan pasokan di tengah tingginya permintaan pasar.
“Kopi itu tidak pernah cukup. Permintaan terus ada, bahkan cenderung meningkat,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan agar petani tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas, termasuk dalam proses panen dan pascapanen agar nilai jual kopi bisa meningkat.