Praktisi kopi Wahid Harahap

Praktisi Kopi Soroti Kualitas, Teknik Seduh, dan Pentingnya Agroforestri

TAPANULI SELATAN, ForestEarth.id — Praktisi kopi Wahid Harahap menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kopi dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga teknik penyajian.

Menurutnya, kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh jenis, seperti Arabika atau Robusta, tetapi sangat bergantung pada cara petani merawat tanaman serta proses pengolahan.

“Tidak ada kopi yang jelek. Yang menentukan bagus atau tidak itu cara petani mengelola dan mengolahnya,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia menekankan bahwa praktik agroforestri atau penanaman kopi dengan tanaman pelindung menjadi kunci menghasilkan kopi berkualitas tinggi atau specialty coffee.

“Kopi itu tanaman hutan yang dijinakkan. Jadi tidak bisa monokultur. Harus ada naungan,” katanya.

Wahid juga mengingatkan agar petani tidak menjemur kopi di sembarang tempat, seperti di jalan, karena dapat menurunkan kualitas dan memengaruhi cita rasa.

Di sisi hilir, ia menyoroti pentingnya keterampilan barista dalam menyeduh kopi. Menurutnya, teknik penyeduhan sangat memengaruhi rasa akhir.

“Cara menyeduh itu ilmu. Tidak bisa asal. Bahkan untuk mencium aroma kopi saja perlu latihan berbulan-bulan,” ujarnya.

Ia pun mendorong adanya pelatihan barista di Gerai Huta Kopi agar kualitas penyajian sejalan dengan kualitas bahan baku.

Selain itu, Wahid juga meluruskan persepsi terkait dampak kopi terhadap kesehatan. Ia menyebut gangguan seperti sakit perut bukan disebabkan oleh kopi itu sendiri, melainkan oleh kontaminasi mikroba akibat proses yang tidak higienis.

Dengan berbagai potensi tersebut, ia optimistis kopi Tapanuli Selatan dapat terus berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas, selama dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Leave A Comment