Hot Topics

El Nino ‘Sangat Kuat’ Datang Lebih Cepat, Menhut Siapkan Strategi Total Hadapi Karhutla 2026

JAKARTA, ForestEarth.id — Perubahan iklim yang kian ekstrem membuat siklus alam bergeser lebih cepat dari perkiraan. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa (18/8/2026), Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan mengendalikan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah ancaman anomali iklim El Nino tahun 2026.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino tahun 2026 telah aktif dengan status intensitas sangat kuat (indeks anomali suhu permukaan laut Nino3.4 mencapai +2,19). Fenomena ini datang satu tahun lebih cepat dari siklus normal empat tahunan yang semula diprediksi baru terjadi pada 2027.

“Data BMKG menunjukkan El Nino tahun ini datang lebih cepat dan intensitasnya sangat kuat, mirip dengan kondisi El Nino 2015. Climate change is real, ternyata justru lebih cepat satu tahun,” ujar Raja Juli Antoni.

Potret Karhutla Jan–Juli 2026

  • Total Luas Terbakar: Sekitar 202 ribu hektare (57% kawasan hutan, 43% Area Penggunaan Lain/APL).
  • Provinsi Terdampak Terbesar: Kalimantan Barat, Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Riau.
  • Tren Lonjakan: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, membeberkan adanya peningkatan luas kawasan terbakar hingga 366% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kendati mengalami kenaikan signifikan dan melampaui catatan periode yang sama pada 2019 serta 2023, pemerintah masih mampu menahan agar dampaknya tidak separah lonjakan bencana nasional tahun 2015.

Lapis Pertahanan dan Langkah Konkret Kemenhut

Guna merespons peringatan DPR agar penanganan tidak kalah cepat dari munculnya titik api, Kemenhut mengerahkan berbagai strategi pencegahan hingga penindakan:

  1. Infrastruktur & Teknologi: Pembangunan War Room Karhutla untuk deteksi dini hotspot, pembentukan Satgas Supervisi, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berkolaborasi dengan BMKG dan BNPB.
  2. Aksi Lapangan: Operasi pemadaman darat masif di 6 provinsi prioritas (Sumut, Riau, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng) melibatkan sinergi Manggala Agni, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat Peduli Api.
  3. Penguatan Regulasi & Dana: Penerbitan surat edaran ke pemda, penguatan pendanaan dari berbagai sumber pembiayaan, hingga komitmen penegakan hukum tegas bagi para pelaku pembakaran.

Menteri Kehutanan menekankan bahwa angka luasan Karhutla saat ini adalah pengingat keras bahwa pekerjaan belum selesai, dan penanggulangannya membutuhkan kerja keras kolektif seluruh elemen bangsa.

Tags :

reza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.