Kemarau Panjang, Ratusan Hektare Sawah di Palas Terancam Gagal Panen

MEDAN, ForestEarth.id – Musim kemarau panjang yang melanda sejak Mei hingga Juli 2025 khususnya di Sumatera Utara mulai berdampak pada pertanian di Kabupaten Padanglawas (Palas). Sedikitnya 354,57 hektare tanaman padi kini mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Dalam keterangan tertulisnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palas, Gunungtua Hamonangan Daulay, menyebutkan dampak kekeringan terjadi hampir di seluruh kecamatan. “Berdasarkan laporan kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL), hampir semua wilayah terdampak kekeringan,” jelasnya, Kamis (17/7/2025).

Dikatakannya, pemerintah daerah sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat untuk mencari solusi. Menurutnya, jika tidak segera ditanggulangi, kondisi ini bisa menyebabkan gagal panen. Data Dinas Pertanian menunjukkan, kekeringan terparah terjadi di Kecamatan Barumun Barat (80 ha), Barumun Tengah (50 ha).

Kemudian di Kecamatan Huristak (56 ha), dan Lubuk Barumun (75 ha). Di Lubuk Barumun, kerusakan jaringan irigasi memperburuk kondisi lahan. Kecamatan lainnya seperti Sihapas Barumun, Aek Nabara Barumun, Ulu Sosa, Barumun Selatan, hingga Barumun juga ikut terdampak.

Kondisi ini dapat menambah beban para petani. Para petani berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat. Paling tidak ada bantuan berupa mesin pompa air untuk mengalirkan air sungai ke sawah yang kini mengering.  Sehingga musim kemarau tak berujung pada kehilangan hasil panen dan kerugian besar bagi mereka.

Leave A Comment