MEDAN, ForestEarth.id – Kapan kamu terakhir naik gunung? Adakah apakah sedingin dulu? Jawabannya bisa beragam. Bisa saja valid karena dibuktikan dengan alat pengukur suhu. Bisa saja hanya perasaan kita saja. Tapi ada riset yang menunjukkan bahwa gunung-gunung di dunia saat ini memanas lebih cepat dari perkiraan. Entah disadari atau tidak, perubahan itu benar-benar terjadi.
Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Reviews Earth & Environment, Associate Professor Dr. Nick Pepin dari University of Portsmouth mengatakan, hal itu ditemukan dari tinjauan komprehensif ilmuwan dari berbagai negara. Pengunungan Himayala, Rocky Mountains, Alpen dan Andes mengalami pemanasan dibandingkan dataran rendah di sekitarnya. Hal ini menurunya memicu perubahan signifikan pada sumber air, cuaca dan ekosistem.
Dikatakannya, dalam kajian yang dilakukan ditemukan bahwa pegunungan menghangat dengan perubahan iklim yang semakin intens saat elevasi meningkat. Perubahan itu bisa dilihat dari salju berubah menjadi hujan, penyusutan gletser, dan tidak stabilnya cuaca. Hal ini mirip dengan apa yang terjadi di wilayah Kutub Utara, di mana perubahan iklim berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan area lain.
“Miliaran orang di dunia ini bergantung pada salju dan gletser di pegunungan sebagai sumber air tawar, misalnya China dan India. Ketika salju berubah jadi hutan, maka risiko banjir semakin besar. Di saat yang sama, cadangan air jangka panjang dapat menipis akibat hilangnya gletser,” katanya.
Perubahan iklim, lanjutnya, yang terjadi selama ini telah memaksa flora dan fauna berpindah ke elevasi yang lebih tinggi untuk mencari kondisi yang sesuai. Lambat laun, beberapa spesies kehabisan habitat alami sehingga ekosistem pegunungan terganggu. “Penelitian juga mengaitkan perubahan iklim pegunungan dengan meningkatnya frekuensi bencana alam seperti banjir bandang,” katanya.
Menurutnya, meskipun hasil penelitian memberikan gambaran kuat tentang perubahan iklim di pegunungan, berdasarkan temuan para ilmuwan, data pengamatan masih terbatas karena kondisi geografis yang sulit. Mereka menyerukan peningkatan infrastruktur pemantauan cuaca di daerah tinggi untuk memperkirakan perubahan dengan lebih akurat.
“Tanpa tindakan cepat terhadap perubahan iklim global, perubahan yang berlangsung di pegunungan akan berdampak signifikan pada pasokan air, keselamatan manusia, dan keberlanjutan ekosistem di seluruh dunia,” katanya.