Hot Topics

Libatkan 4.000 Gen Z, Telapak Ajak Pantau Kesehatan Sungai Indonesia

JAKARTA, ForestEarth.id – Perkumpulan Telapak Indonesia meluncurkan JAGA SUNGAI NUSANTARA, sebuah gerakan nasional yang melibatkan 4.000 generasi muda sebagai citizen scientist untuk memantau kesehatan daerah aliran sungai (DAS) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program BioGenZ DAS Sehat, Telapak ingin memperkuat pemantauan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus memperluas partisipasi Gen Z dalam upaya pemulihan sungai.

Dalam keterangan tertulisnya disebutkan pada Kamis (9/7/2026), peluncuran program ini dilakukan di tengah kondisi kualitas sungai Indonesia yang masih memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, hanya sekitar 21,8 persen sungai di Indonesia yang memenuhi baku mutu air, sementara sisanya mengalami tekanan pencemaran dengan tingkat yang bervariasi.

Ketua Perkumpulan Telapak Indonesia, Prigi Arisandi, mengatakan pemulihan DAS membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas, terutama generasi muda yang memiliki potensi besar menjadi penggerak pemantauan lingkungan berbasis data.

“Melalui BioGenZ DAS Sehat kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap sungai, tetapi juga mampu menghasilkan data ilmiah melalui pemantauan langsung di lapangan. Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perlindungan dan pemulihan DAS di Indonesia,” kata Prigi.

Program ini mengajak peserta melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi sungai menggunakan pendekatan citizen science. Para peserta akan dibekali metode pemantauan kualitas sungai, pengamatan keanekaragaman hayati, identifikasi sumber pencemaran, dokumentasi lapangan, hingga teknik pelaporan yang terstandarisasi sehingga data yang dihasilkan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

BioGenZ DAS Sehat lahir sebagai respons atas meningkatnya tekanan terhadap ekosistem sungai di Indonesia. Pencemaran air, berkurangnya tutupan hutan di kawasan hulu, alih fungsi lahan, pembalakan liar, hingga pertambangan ilegal menjadi faktor yang saling berkaitan dalam menurunkan kualitas DAS.

Kerusakan tersebut tidak hanya mengancam keberlanjutan ekosistem sungai, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bersih, keanekaragaman hayati, produktivitas lahan, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan.

Kondisi kawasan hulu menunjukkan tantangan yang serius. Dalam periode pendataan terakhir, Sumatera Barat kehilangan hutan seluas 5.817 hektare, sedangkan Sumatera Utara kehilangan 5.598 hektare. Dalam lima tahun terakhir, kehilangan hutan alam di Sumatera Utara bahkan mencapai sekitar 120 ribu hektare. Sementara itu, Riau dan Aceh masih menjadi wilayah dengan laju kehilangan hutan primer yang tinggi.

Prigi menegaskan, kerusakan di kawasan hulu akan berpengaruh langsung terhadap kondisi sungai di hilir sehingga upaya pemulihan DAS harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak.

Selain meningkatkan kapasitas generasi muda, program ini juga membangun kolaborasi antara komunitas lokal, perguruan tinggi, sekolah, organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas jangkauan pemantauan DAS di Indonesia.

Wakil Ketua Perkumpulan Telapak Indonesia, Budi Setiawan, mengatakan data yang dihasilkan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat sistem pemantauan lingkungan.

“BioGenZ DAS Sehat membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengamatan lingkungan berbasis data. Kami ingin membangun budaya pemantauan yang berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki informasi yang kuat untuk mendukung perlindungan sungai dan DAS,” ujar Budi.

Menurutnya, pendekatan citizen science mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi produsen pengetahuan mengenai kondisi lingkungan di sekitarnya. Melalui keterlibatan 4.000 peserta dari berbagai daerah, Telapak menargetkan terbentuknya jaringan pemantau sungai berbasis masyarakat yang mampu mendokumentasikan perubahan kondisi DAS secara konsisten.

Informasi tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan serta langkah pemulihan lingkungan yang lebih tepat sasaran.

JAGA SUNGAI NUSANTARA merupakan bagian dari upaya jangka panjang Perkumpulan Telapak Indonesia untuk memperkuat perlindungan ekosistem sungai melalui kolaborasi multipihak. Telapak menilai pemulihan DAS hanya dapat dicapai melalui perlindungan kawasan hulu, pengendalian pencemaran, pengawasan terhadap aktivitas perusakan lingkungan, serta dukungan data lapangan yang kredibel.

Melalui gerakan ini, Telapak berharap lahir generasi muda yang memiliki kapasitas ilmiah, kepedulian lingkungan, dan kemampuan bekerja sama dalam menjaga kesehatan sungai Indonesia sehingga pemulihan DAS menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.