SHIZUOKA, ForestEarth.id – Sang naga purba dari Indonesia kini resmi memulai misi diplomasinya di Negeri Sakura. Pemerintah Indonesia memperkuat pijakan green diplomacy atau diplomasi hijau melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) konservasi Komodo bersama Prefektur Shizuoka, Jepang.
Penandatanganan bersejarah ini dilakukan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Gubernur Shizuoka, Suzuki Yasutomo, di Shizuoka, Sabtu (28/3/2026). Agenda ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam kunjungan diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea.
Dilansir dari Antara, Selasa (31/3/2026), inti dari kerja sama ini adalah skema breeding loan, di mana satwa kebanggaan Indonesia tersebut akan ditempatkan di iZoo, Kawazu, Shizuoka. iZoo sendiri merupakan kebun binatang reptil dan amfibia terbesar di Jepang, yang dinilai memiliki fasilitas mumpuni untuk mendukung pelestarian satwa.
“Indonesia adalah salah satu negara tropis terbesar dengan kekayaan biodiversity yang luar biasa. Komodo adalah salah satu satwa flagship kita. Dengan adanya Komodo di iZoo, kita mempromosikan keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus menarik minat warga Jepang untuk melihat langsung habitat aslinya di Pulau Komodo,” ujar Raja Juli Antoni dalam keterangannya.
Selain konservasi satwa, Menhut Raja Antoni juga membawa misi belajar dari Jepang terkait keseimbangan antara kemajuan industri dan pelestarian alam. Bahkan, muncul gagasan menarik untuk menjalin kerja sama taman nasional kembar.
“Saya berharap ke depan kita bisa berbincang tentang kemungkinan menjadikan Gunung Fuji dengan gunung lain di Indonesia sebagai sister park,” tambahnya.
Gubernur Shizuoka, Suzuki Yasutomo, menyambut hangat kerja sama ini dengan rasa bangga. Ia memastikan bahwa pihak Jepang akan berkontribusi penuh dalam upaya pengembangbiakan agar populasi Komodo tetap terjaga dari ancaman kepunahan.
“Karena Komodo merupakan satwa liar yang terancam punah, kami sangat senang dapat berkontribusi untuk mengembangbiakkannya. Kami berharap kerja sama ini berjalan lancar,” tutur Suzuki.
Melalui langkah ini, Komodo tidak hanya menjadi simbol kekuatan alam Indonesia, tetapi juga menjadi perekat hubungan emosional dan tanggung jawab lingkungan antara Indonesia dan Jepang di kancah global.