MEDAN, ForestEarth.id – Kebakaran di kawasan Hutan Menara Pandang Tele, Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (19/7/2025). Di Padang Lawas (Palas), 422 hektare hutan
Salah satu akun yang mengunggah video tersebut yakni @medantau. Di video tersebut terdengar seorang pria menyebutkan bahwa api sudah sampai ke jalan raya.
Kepala Bidang Perlindungan, Penegakan Hukum, dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumatera Utara, Zainuddin Harahap, membenarkan peristiwa terjadi di wilayah tersebut. Dikatakannya, petugas gabungan sudah turun ke lokasi untuk memadamkan api.
Dijelaskannya, mengenai penyebab kebakaran masih diselidiki. Begitupun luas lahan yang terbakar juga masih dalam proses pendataan. Berdasarkan data BPBD Sumatera Utara, kebakaran tidak hanya terjadi di Kecamatan Harian.
Kebakaran juga terjadi sehari sebelumnya, Jumat (18/7/2025) pukul 19.30 WIB di Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula. Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni mengatakan, jenis tanah terdampak tanah litosol, podsolik, dan regosol.
“Topografinya perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian bervariasi. Sedangkan vegetasinya hutan perbukitan dengan berbagai jenis pohon,” ujarnya.
Di kawasan yang sama, pada Selasa (1/7/2025) sekitar pukul 01.00 WIB, kebakaran menjalar ke area hutan lain karena angin yang berembus kencang. Akibat insiden tersebut, sekitar 100 hektar lahan hutan terbakar. Kebakaran ini terjadi diduga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan. Selain itu, kondisi musim kemarau membuat ilalang di kawasan tersebut mudah terbakar.
422 Ha Hutan di Palas Terbakar
Sementara itu di Kabupaten Padang Lawas (Palas), kebakaran hutan dan lahan terjadi di empat kecamatan sejak Jumat (18/7/2025) lalu. Luas yang terdampak mencapai 422 hektar.
Sri Wahyuni mengatakan, lokasi kebakaran pertama berada di Desa Gulagan, Kecamatan Sihapus Barumun, kurang lebih 400 hektar (terdiri dari) vegetasi kayu hutan dan kelapa sawit. Status hutan dan lahan di sana adalah hutan produksi terbatas (HPT).
Kemudian di Kecamatan Barumun dan Aek Nabara Barumun pada Sabtu (19/7/2025). Di Barumun, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, lahan yang terdampak kurang lebih dua hektar, vegetasinya perkebunan.
Di Kecamatan Aek Nabara, kebakaran terjadi pada pukul 15.30 WIB, seluas 20 hektar, terdiri dari perkebunan kelapa sawit, karet, dan semak belukar. Di Kecamatan Sosa, terjadi pada Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Luas lahan yang terdampak masih didata.
Menurut Sri Wahyuni, tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam peristiwa ini. Pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. Berdasarkan data terakhir, Minggu (20/7/2025), api di wilayah terdampak masih belum bisa dipadamkan.
Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan seperti Tim BPBD Kabupaten Padang Lawas, Manggala Agni, DLHK Padang Lawas bersama pemerintah setempat dan masyarakat melakukan pemadaman api di lokasi kejadian menggunakan pompa gunung dan gepyok.