MANDAILING NATAL, ForestEarth.id – Tim gabungan Ditreskrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara berhasil menggerebek sarang pertambangan emas ilegal di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Dalam operasi besar-besaran ini, petugas menyita 14 unit alat berat ekskavator dan membekuk tujuh orang terduga pelaku.
Keberhasilan ini dicapai meski petugas harus bertaruh nyawa menembus medan ekstrem dan indikasi kebocoran informasi di lapangan.
Lokasi tambang yang terisolasi menjadi tantangan utama. Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka, membeberkan bahwa akses menuju titik koordinat sangat jauh dari jangkauan masyarakat umum.
“Jika berjalan kaki, butuh waktu kurang lebih 12 jam dari pemukiman. Tim pendobrak kami menggunakan sepeda motor modifikasi dan tetap memakan waktu sekitar tiga setengah jam untuk
sampai,” ungkap Rantau, dalam keterangan diperoleh Rabu (4/3/2026).
Saat penyergapan berlangsung, suasana sempat memanas. Diduga informasi operasi telah bocor, sehingga para pekerja tambang sempat berhamburan melarikan diri ke arah hutan seberang saat melihat kedatangan petugas.
Meski demikian, petugas berhasil menguasai keadaan dan mengamankan aset-aset penambangan. 12 Ekskavator ditemukan sedang beroperasi di lokasi tambang. 2 Ekskavator lainnya dicegat saat sedang dalam perjalanan mobilisasi menuju lokasi.
Mendalami Peran “Pemain” Tambang
Tujuh orang yang ditangkap kini telah dibawa ke Mapolda Sumut. Tim penyidik Ditreskrimsus tengah mendalami peran masing-masing, apakah mereka hanya pekerja lapangan atau memiliki keterkaitan dengan pemodal besar di balik bisnis gelap ini.
“Status dan peran mereka sedang kami dalami secara intensif untuk memetakan struktur organisasinya,” tambah Kombes Rantau.
Peringatan Bencana Ekologis
Polda Sumut mengingatkan bahwa aktivitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat secara masif di hulu sungai sangat membahayakan keselamatan warga Madina. Pengrusakan hutan secara liar dipastikan menjadi pemicu utama bencana banjir bandang dan tanah longsor di masa depan.
“Jangan korbankan alam demi keuntungan sesaat. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan Madina agar anak cucu kita terhindar dari bencana alam,” pungkasnya.