Ubah Sampah Jadi Listrik, Menteri LH: Kuncinya Ada di Tangan Masyarakat!

JAKARTA, ForestEarth.id Teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dinilai tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Seperti dilansir Antara, Jumat (24/4/2026), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan peran masyarakat menjadi kunci keberhasilan sistem pengelolaan sampah modern di Indonesia.

Menurut Hanif, teknologi PSEL dan Refuse-Derived Fuel (RDF) membutuhkan sampah yang sudah terpilah agar dapat diolah optimal menjadi energi. Sampah terpilah memiliki nilai kalori lebih tinggi sehingga proses pembakaran menjadi lebih efisien.

Pemerintah menargetkan PSEL mulai beroperasi penuh dalam tiga tahun ke depan, dengan sistem yang mandiri dan tidak membebani keuangan negara.

“Sampah berkualitas hanya bisa tersedia bilamana sampahnya terpilah. Jika sudah terpilah, sampah legacy di masa depan bahkan bisa kita gali kembali untuk diolah,” ujar Hanif di Cilincing, Jakarta Utara.

Pemerintah juga menargetkan penghentian praktik open dumping pada 2026. DKI Jakarta ditunjuk sebagai daerah pelopor yang menjadi contoh nasional dalam perubahan sistem pengelolaan sampah.

Langkah strategis yang disiapkan meliputi penegakan aturan pemilahan sampah, kewajiban pengelolaan mandiri bagi hotel, restoran, pasar, kafe, hingga kawasan industri, serta pengawasan ketat oleh pemerintah daerah.

Hanif menegaskan perubahan ini membutuhkan kerja bersama. Pemilahan sampah organik dan anorganik, mulai dari rumah tangga hingga sektor usaha, menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih bersih dan mampu mengubah sampah menjadi sumber energi.

Leave A Comment