TAPANULI UTARA, ForestEarth.id – Suasana duka menyelimuti Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (5/5) sore memicu tanah longsor hebat yang menyeret sebuah mobil pengangkut sayur ke dasar sungai. Tragedi ini memakan tiga korban jiwa, termasuk seorang remaja yang tewas saat mencoba menyelamatkan korban.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu bermula saat mobil bak terbuka bermuatan sayur melintas di jalur perbukitan Desa Hutabarat. Kendaraan tersebut dikemudikan FA (34) bersama dua penumpangnya, BN (34) dan DH (38), yang merupakan warga Labuhanbatu Selatan.
Di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, tebing di pinggir jalan tiba-tiba longsor. Material tanah dan bebatuan yang ambrol langsung menghantam kendaraan hingga mendorong mobil keluar badan jalan dan terjun ke sungai di bawahnya.
“Longsor tebing gunung terjadi secara tiba-tiba dan langsung mendorong mobil tersebut ke sungai di bawah jalan,” ujar Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Barimbing, Rabu (6/5).
Akibat kejadian itu, sopir kendaraan berhasil diselamatkan dalam kondisi luka berat. Namun, dua penumpang lainnya tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Di tengah situasi panik pascakejadian, seorang remaja berinisial DS (14) yang melintas di lokasi berinisiatif membantu proses penyelamatan. Remaja tersebut turun ke sungai untuk mencoba mengevakuasi korban yang masih berada di dalam kendaraan.
Namun nahas, saat proses pertolongan berlangsung, longsor susulan kembali terjadi. Material tanah yang kembali runtuh menyeret dan menjepit tubuh DS ke badan mobil yang telah ringsek di dasar sungai. Remaja tersebut akhirnya meninggal dunia di lokasi.
Petugas kepolisian bersama warga setempat langsung melakukan proses evakuasi setelah menerima laporan kejadian. Proses penyelamatan berlangsung cukup sulit karena kondisi medan licin akibat hujan serta adanya ancaman longsor susulan di kawasan perbukitan tersebut.
“Ketiga korban meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung sembari menunggu kedatangan keluarga masing-masing,” tambah Aiptu Walpon.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur perbukitan di Tapanuli Utara, terutama ketika curah hujan tinggi. Kondisi tanah yang labil di sejumlah titik rawan longsor dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.