Heboh, Sapi Milik Warga Mati di Kebun Sawit, Diduga Diterkam Harimau

RIAU, FORESTEARTH.id – Kehebohan terjadi di Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan temuan sapi milik warga yang sebelumnya digembalakan di kebun sawit ditemukan mati diduga diterkam harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), Sabtu (3/12/2022).

Dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan WhatsApp pada Rabu (7/12/2022) pagi, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Genman Suhefti Hasibuan membenarkan terjadinya peristiwa itu. Pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi untuk mitigasi konflik satwa.

Pihaknya juga sudah meminta keterangan kepada sejumlah warga di lokasi termasuk Sami, pemilik sapi. Kepada petugas Sami mengatakan saat ditemukan sapinya sudah mati dengan kondisi bagian ekor mengalami luka gigitan. “Jadi Pak Sami mengatakan sapinya itu digembalakan di kebun sawit, diikat di situ. Tapi ketika dicek, sudah tidak ada,” katanya.

Karena penasaran, pemilik mencari di sekitar lokasi terakhir sapi diikat. Dia terhenyak ketika melihat ternaknya itu tergeletak mati. Di sekitar lokasi bangkai sapi, dia melihat ada jejak kaki hewan yang diduga kuat merupakan jejak kaki harimau.

“Setelah itu dia melaporkannya ke pihak kebun sawit, PT Serikat Putra dan juga kepala desa,” katanya.

Saat Tim BBKSDA Riau bersama petugas kepolisian, pemerintah desa dan warga setempat datang ke lokasi kejadian, ternyata bangkai sapi sudah dikuburkan. Dia membenarkan bahwa di sekitar lokasi kejadian pihaknya menemukan jejak kaki harimau sumatera. Hanya saja tidak begitu jelas karena hujan turun.

Lebih jauh dijelaskannya, tak jauh dari situ, ada kawasan hutan seluas 15 hektare yang oleh warga disebut sebagai ‘Hutan Kepungan Sialang’. Sekitar 28 kilometer berbatasan dengan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan yang merupakan habitat harimau sumatera.

Dari kejadian ini pihaknya mengimbah pihak perkebunan untuk memasang kamera jebak untuk memastikan satwa yang memangsa ternak warga atau karyawan. Selain itu juga memasang plang imbauan waspada terkait satwa liar agar lebih berhati-hati saat beraktifitas di kebun atau semak.

“Kami juga imbau warga tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa dilindungi. Laporkan jika ada kejadian dan sebaiknya ternaknya dikandangkan, tidak digembalakan karena bisa mengundang harimau datang memangsa,” ujarnya.

Leave A Comment