Rumah bagi Orangutan Tapanuli: Taput Pegang Kunci Keselamatan Lanskap Batangtoru

TARUTUNG, ForestEarth.id Masa depan Ekosistem Batangtoru kini bertumpu pada pundak Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Taput, Deni Parlindungan Lumbantoruan, saat membuka Workshop Pemetaan Potensi Areal Konservasi Lanskap Batangtoru-Harangan Tapanuli di Hotel Hineni, Tarutung , pekan lalu.

Dalam forum tersebut, terungkap fakta krusial bahwa 66 persen dari total luas bentang alam Batangtoru berada di wilayah administrasi Tapanuli Utara. Angka ini menjadikan Taput sebagai pemegang peran sentral dalam menjaga kelestarian alam Sumatra.

“Kami mengapresiasi Direktorat PEBAP Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan atas inisiatif pemetaan ini. Dengan data yang jelas, kita bisa mengidentifikasi aset berharga yang kita miliki. Karena mayoritas wilayahnya di Taput, tanggung jawab pelestariannya otomatis menjadi prioritas daerah kami,” tegas Deni dalam sambutannya.

Edukasi Melalui Simbol Daerah

Tak sekadar teknis, Wabup Deni juga mendorong pendekatan yang lebih emosional dan kreatif dalam menjaga alam. Beliau mengusulkan penggunaan maskot atau simbol kebanggaan daerah sebagai alat kampanye konservasi.

“Kita perlu belajar dari daerah lain. Menggunakan simbol daerah yang menarik dapat menanamkan jiwa konservasi sejak dini kepada masyarakat,” tambahnya.

Benteng Terakhir Orangutan Tapanuli

Senada dengan hal tersebut, Dewi Sulastri Ningsih yang mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem (PEBAP) Kementerian Kehutanan, menekankan betapa vitalnya kawasan yang sering disebut Harangan Tapanuli ini.

Kawasan ini merupakan habitat utama bagi Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), spesies kera besar yang saat ini menyandang status paling terancam punah di dunia.

“Mengingat lebih dari separuh ekosistem ini ada di Taput, ini adalah tantangan sekaligus tanggung jawab besar. Kita sedang berpacu dengan waktu untuk menjaga habitat mereka agar tidak punah,” jelas Dewi.

Workshop yang berlangsung selama dua hari (7-8 April 2026) ini diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas. Pemerintah Kabupaten Taput menargetkan data akurat dari pemetaan ini akan langsung ditindaklanjuti dengan aksi lapangan oleh para Camat, Kepala Desa, hingga kelompok masyarakat setempat guna memastikan ekosistem Batangtoru tetap lestari untuk generasi mendatang.

Leave A Comment