Ilustrasi Cuaca Mendung

Waspada Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Lebat Intai Langkat, Gelombang Tinggi Hantui Perairan Nias

MEDAN, ForestEarth.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk yang akan melanda sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada Selasa (14/4/2026). Masyarakat diimbau untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Prakirawan BMKG Wilayah I, Budi Hutasoit, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tidak menentu ini diprediksi akan berlangsung sejak pagi hingga dini hari di hampir seluruh wilayah Sumut.

Prakiraan Cuaca: Hujan Lebat di Langkat pada Malam Hari

BMKG merinci pergerakan cuaca di Sumatera Utara sebagai berikut:

  • Pagi Hari: Berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang, khususnya di wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya.
  • Siang hingga Sore Hari: Potensi hujan ringan hingga sedang meluas ke hampir seluruh wilayah Sumatera Utara.
  • Malam Hari: Intensitas hujan meningkat. Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan lebat, terutama di wilayah Langkat dan sekitarnya.
  • Dini Hari: Cuaca rata-rata berawan dengan potensi hujan ringan di berbagai titik.

Suhu udara diprediksi berada pada kisaran 14 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban mencapai 100 persen, sementara angin bertiup tenang dari selatan hingga barat daya.

Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi

Budi Hutasoit menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang tinggal di wilayah rawan. “Waspadai hujan sedang di wilayah lereng barat, pantai barat, lereng timur, pantai timur, dan pegunungan yang dapat memicu banjir serta longsor,” tegasnya.

Gelombang Tinggi di Samudra Hindia

Kondisi di laut juga terpantau cukup berbahaya. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II, Rizky Ramadhan, melaporkan potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.

Kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian utara terpantau bergerak hingga 25 knot, sementara di bagian selatan jauh lebih kencang mencapai 30 knot. Para nelayan dan operator jasa transportasi laut diingatkan untuk memantau ketinggian gelombang sebelum memutuskan untuk berlayar.

Leave A Comment