Hot Topics

Paus Bungkuk Terdampar di Pantai Perancak Bali, Tim Masih Selidiki Penyebab Kematian

JEMBRANA, ForestEarth.id – Satu individu paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) sepanjang sekitar 7,7 meter ditemukan terdampar di Pantai Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (14/7/2026). Mamalia laut yang masih hidup saat pertama kali ditemukan itu akhirnya mati beberapa jam kemudian setelah upaya penyelamatan terkendala kondisi pantai yang landai dan surutnya air laut.

Paus pertama kali ditemukan nelayan sekitar pukul 11.00 WITA di perairan dangkal Pantai Perancak. Berdasarkan hasil identifikasi awal, tidak ditemukan luka luar pada tubuh satwa yang merupakan salah satu spesies paus migrasi tersebut.

Warga bersama petugas berupaya menggiring paus kembali ke perairan yang lebih dalam. Namun, upaya itu tidak berhasil karena permukaan air laut terus surut sehingga paus tetap terjebak di perairan dangkal. Sekitar pukul 14.00 WITA, paus dinyatakan mati.

Untuk mengetahui penyebab kematian, tim gabungan melakukan nekropsi terhadap bangkai paus sebelum dikuburkan. Pemeriksaan dilakukan oleh Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI), sementara sampel biologis dikirim ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. Hingga kini, hasil pemeriksaan masih menunggu proses laboratorium.

Paus bungkuk merupakan mamalia laut migrasi yang melintasi perairan Indonesia dalam perjalanan antara wilayah mencari makan dan berkembang biak. Spesies ini dilindungi di Indonesia dan juga tercantum dalam Appendix I CITES serta Appendix I dan II Convention on the Conservation of Migratory Species of Wild Animals (CMS).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan penanganan paus dilakukan bersama Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Polairud, TNI AL, BKSDA Bali, pemerintah daerah, Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, serta masyarakat setempat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan setiap kejadian mamalia laut terdampar menjadi sumber informasi penting untuk memperkuat upaya konservasi.

“Kolaborasi ini mencerminkan kepedulian bersama terhadap konservasi mamalia laut. Setiap kejadian keterdamparan juga menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas penanganan, serta menambah data ilmiah yang mendukung upaya konservasi mamalia laut di Indonesia,” ujarnya dalam siaran persnya pada Jumat (17/7/2026).

KKP mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada unit pelaksana teknis atau instansi berwenang apabila menemukan mamalia laut yang terdampar agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan sesuai prosedur.

Tags :

dewan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.