SUKA MAKMUE, ForestEarth.id – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, merilis angka kerugian fantastis akibat bencana banjir bandang yang menerjang pada Rabu, 26 November 2025 lalu. Nilai kerusakan dan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp1,1 triliun, mencakup kehancuran infrastruktur hingga sektor ekonomi masyarakat.
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menyatakan bahwa data komprehensif terkait kerusakan ini telah diserahkan langsung kepada pemerintah pusat dengan harapan adanya dukungan anggaran untuk proses rekonstruksi total.
Berdasarkan pendataan tim di lapangan, sektor infrastruktur menjadi penyumbang kerugian terbesar. Dampak kerusakan yang dilaporkan, infrastruktur: Rp572,7 miliar (termasuk jembatan putus dan jalan amblas).
Kemudian, ekonomi masyarakat Rp278,8 miliar. Permukiman Rp131 miliar. Sektor Sosial: Rp75,9 miliar, dan lintas sektor: Rp39,6 miliar.
“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan BNPB dan Pemerintah Aceh. Kami berharap laporan ini menjadi pertimbangan utama pusat untuk membangun kembali prasarana yang rusak parah,” kata Teuku Raja Keumangan, dilansir dari Antara, Minggu (8/2/2026).
Di balik angka kerugian triliunan rupiah tersebut, terdapat duka mendalam bagi warga Nagan Raya. Sebanyak 25.608 jiwa (8.325 KK) dilaporkan terdampak langsung oleh amukan air bandang. Bencana ini juga memakan korban jiwa, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya dinyatakan hilang.
Kerusakan fasilitas publik pun sangat masif, meliputi pendidikan dan agama terdapat 46 sekolah terdampak, 12 dayah/pesantren tradisional, dan 3 rumah ibadah. Fasilitas umum ada 29 kantor pemerintah, 4 fasilitas kesehatan, 7 titik jalan, serta 3 unit jembatan yang terputus total.
Sektor permukiman warga tak luput dari terjangan banjir. Tercatat sebanyak 1.807 unit rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 487 rumah dalam kondisi rusak berat, 283 rusak sedang, dan 1.043 rusak ringan.
Kondisi ini memaksa banyak warga kehilangan tempat tinggal dan sangat bergantung pada bantuan darurat serta rencana relokasi atau perbaikan dari pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya kini memfokuskan upaya pada koordinasi pemulihan jangka panjang agar aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat kembali normal setelah lumpuh total akibat bencana tersebut.