MEDAN, ForestEarth.id – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 6.078 hektar di Sumatera Utara melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR).
Program ini diharapkan menjadi langkah signifikan dalam mempercepat pemulihan ekosistem mangrove secara berkelanjutan, didukung oleh pendanaan dari Bank Dunia.
Provincial Project Implementation Unit (PPIU) M4CR BRGM Sumatera Utara, Aditya Wahyu Putra, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini dimulai sejak Maret 2024.
“Program M4CR ini bertujuan mempercepat rehabilitasi mangrove hingga tahun 2027. Di Sumatera Utara, targetnya 6.078 hektar, dengan fokus pelaksanaan di 93 desa yang mencakup edukasi, pelatihan ekonomi, dan hibah usaha masyarakat,” ujar Aditya.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2023, ekosistem mangrove di Sumatera Utara mencakup 85.223 hektar. Namun, hanya 59.765 hektar berupa mangrove yang masih ada (existing), sementara sisanya 25.458 hektar berpotensi untuk direhabilitasi.
Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi ini menghadapi tantangan besar, seperti keterbatasan bibit, kendala di tambak aktif, dan penyesuaian dengan kondisi pasang surut air laut yang bervariasi.
BRGM berkolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian, lembaga, dan pihak internasional untuk memastikan program ini berjalan maksimal.
Sebagai bagian dari program M4CR, berbagai tahapan kegiatan telah dilakukan, termasuk identifikasi lokasi, penyusunan rancangan kegiatan, dan pelaksanaan sosialisasi di tingkat desa.
Hingga tahun ini, rancangan kegiatan telah disusun di lima kabupaten, yaitu Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, dan Labuhanbatu Utara, mencakup 29 desa dan 14 kecamatan.
Total luas rehabilitasi yang direncanakan adalah 947 hektar di dalam kawasan hutan dan 187 hektar di luar kawasan hutan.BRGM telah melaksanakan rehabilitasi mangrove seluas 641 hektar di Sumatera Utara, melibatkan 28 kelompok masyarakat.
Selain itu, program ini juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui hibah usaha produktif (matching grants). Saat ini, 12 kelompok masyarakat telah menerima bantuan dana hibah untuk mendukung usaha produktif mereka.
Selain rehabilitasi ekosistem, program M4CR juga mencakup edukasi dan pelatihan, seperti sekolah lapang dan pelatihan ekonomi. Pelibatan masyarakat diharapkan menjadi kunci keberlanjutan program ini.
BRGM optimistis, target rehabilitasi mangrove seluas 75 ribu hektar hingga 2027, termasuk di Sumatera Utara, dapat tercapai dengan sinergi berbagai pihak.
Dengan fokus yang jelas dan pelaksanaan yang terstruktur, BRGM berkomitmen menjadikan program M4CR sebagai model percepatan rehabilitasi mangrove di Indonesia.