Hot Topics

Tag: masyarakat adat

Seorang warga di Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai sedang memproses sagu.

Hutan, Budaya, dan Masa Depan Orang Mentawai yang Terus Terdesak

MENTAWAI, ForestEarth.id – Hutan bagi masyarakat adat Mentawai bukan sekadar kumpulan pepohonan atau sumber daya alam yang dapat dihitung berdasarkan nilai ekonomi. Di dalam hutan tersimpan sejarah keluarga, identitas suku, ruang hidup, pengetahuan, hingga cara masyarakat Mentawai memahami hubungan antara manusia dan alam. Kepala Divisi Kajian dan Riset Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM), Tarida Hernawati, […]
Read more
Seorang warga Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai melintas membawa tas punggung terbuat dari rotan khas.

Kisah Hidup, Hutan dan Harapan Masyarakat Adat Mentawai

MENTAWAI, ForestEarth.id – Siang itu, hujan deras baru saja mengguyur di Dusun Rokdok, Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Sejumlah warga tampak mendorong gerobak berisi karung-karung penuh sagu dari hutan. Senyum ramah tersungging kapanpun berpapasan muka. Tanpa alas kaki, langkahnya beradu cepat dengan gerimis yang kian lebat. Sagu tak sekedar pangan, […]
Read more
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyetujui hasil harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dalam rapat pleno di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/7/2026). Hasil harmonisasi tersebut memuat penguatan pengakuan masyarakat adat, pelibatan masyarakat dalam pengukuhan kawasan hutan, serta sejumlah perubahan lain sebelum dibawa ke rapat paripurna sebagai usul inisiatif DPR. (Foto: Pixabay)

RUU Kehutanan Rampung Diharmonisasi, DPR Pertegas Pengakuan Masyarakat Adat

JAKARTA, ForestEarth.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI merampungkan harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Salah satu substansi penting dalam hasil harmonisasi tersebut adalah penguatan pengakuan terhadap masyarakat adat, serta penguasaan dan kepemilikan tanah eksisting dalam basis data kawasan hutan. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno […]
Read more
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana uji materi UU Konservasi, Selasa (14/7/2026). Dalam persidangan, para pemohon menilai konsep Areal Preservasi dalam UU KSDHE menyimpang dari pendekatan Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECM) yang mengakui wilayah kelola masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati. (HO)

AMAN dan KIARA Gugat UU Konservasi ke MK: Areal Preservasi Abaikan Hak Kelola Masyarakat Adat

JAKARTA, ForestEarth.id – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menggugat sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU KSDHE) ke Mahkamah Konstitusi. Para pemohon menilai konsep Areal Preservasi dalam undang-undang tersebut mengabaikan […]
Read more
Perwakilan AMAN, KIARA, masyarakat adat, dan komunitas lokal mengikuti sidang perdana uji materi UU KSDHE di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Para pemohon meminta Mahkamah memperkuat pengakuan terhadap hak masyarakat adat dalam pengelolaan kawasan konservasi serta menilai sejumlah ketentuan dalam UU tersebut berpotensi mengkriminalisasi praktik-praktik tradisional. (Foto: KIARA)

Konservasi Tidak Boleh Mengkriminalisasi Penjaga Alam

JAKARTA, ForestEarth.id – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU KSDHE) ke Mahkamah Konstitusi. Mereka menilai sejumlah ketentuan dalam undang-undang tersebut mengabaikan hak kelola masyarakat adat dan komunitas lokal, bahkan berpotensi mengkriminalisasi praktik-praktik […]
Read more
Peserta bersama penyelenggara berfoto usai kegiatan nonton bareng (Nobar) film Pesta Babi di Desa Maileppet, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan diikuti 115 peserta yang terdiri dari tokoh adat, masyarakat, perempuan, pemuda, dan perangkat desa sebagai bagian dari kampanye advokasi untuk memperkuat perlindungan hak masyarakat adat dan tanah ulayat.

Nobar Film Pesta Babi Bangun Kesadaran Masyarakat Mentawai Jaga Tanah Ulayat

MENTAWAI, ForestEarth.id – Sebanyak 115 warga dari Desa Maileppet dan Desa Muntei, Kabupaten Kepulauan Mentawai, mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi yang digelar Green Justice Indonesia (GJI) bersama Komunitas Sinuruk Mentawai, Sheep Indonesia, dan Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM), Sabtu (30/5/2026). Mentawai Site Project Officer GJI, Reigen Sidarius mengatakan, kegiatan yang berlangsung di […]
Read more
Melalui forum penguatan kapasitas ini, masyarakat adat dari Sipora dan Siberut memperdalam pemahaman tentang hak-hak adat, kebijakan kehutanan, perlindungan pulau-pulau kecil, serta strategi negosiasi dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap wilayah adat.

Memperkuat Posisi Hukum Masyarakat Adat Dengan Pengakuan Hutan Adat di Mentawai

MENTAWAI, ForestEarth.id — Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) menilai pengakuan hutan adat menjadi salah satu langkah paling rasional dan efektif untuk melindungi wilayah hutan dan hak masyarakat adat di Kepulauan Mentawai, di tengah masifnya ancaman perizinan kehutanan yang tidak partisipatif. Direktur YCMM, Rifai Lubis, mengatakan kegiatan penguatan kapasitas masyarakat adat yang berlangsung selama tiga hari […]
Read more
Masyarakat Hopong bersama GJI dan BRWA saat batas wilayah adatnya.

Masyarakat Adat Hopong 5 Abad Menanti Pengakuan Negara

TAPANULI UTARA, ForestEarth.id – Suara riuh di sebuah rumah di Dusun Hopong, Desa Dolok Sanggul, Kecamatan Simangumban, Tapanuli Utara beberapa waktu lalu. Sejumlah pemuda dan tetua di dusun itu berkumpul membicarakan sejarah mereka, adat dan budaya, sumber penghidupan, persoalan kekinian hingga harapan di masa depan. Terungkap, sejumlah fakta bahwa mereka mendiami tempat ini lebih dari […]
Read more

Tag: masyarakat adat

Kami adalah platform jurnalisme lingkungan yang berbasis di Medan, Sumatera Utara, dan berdiri sejak tahun 2022.

Email Us: forest.earth.official@gmail.com

Contact: +6261 8047 1297

ForestEarth.id @2026. All Rights Reserved.