MEDAN, ForestEarth.id – Kamu pasti pernah menggunakan ChatGPT. Tapi taukah kamu kalau ngobrol di aplikasi pintar itu juga turut menyumbang emisi karbon? Gimana ceritanya?
Nah menurut studi komprehensif dari KnownHost, penggunaan ChatGPT setiap bulannya menghasilkan lebih dari 260.930 kilogram karbon dioksida.
Jumlah yang setara dengan 260 kali penerbangan pulang-pergi antara New York dan London!
Ya, bisa saja tak semua kita menyadari percakapan cepat di chatbot menggerakkan mesin canggih yang artinya mengkonsumsi energi sangat besar.
Studi menjelaskan bahwa setiap tampilan halaman ChatGPT menyumbang sekitar 1,59 gram CO2. Silakan dihitung jika ada 164 juta pengguna aktif bulanan, berapa jumlah karbon yang terkumpul.
Ini adalah fakta dari kecanggihan teknologi yang membawa manfaat luar biasa juga meninggalkan jejak ekologis yang wow.
CEO KnownHost, Daniel Pearson, menyatakan, isu keberlanjutan harus menjadi bagian penting dari setiap inovasi teknologi.
Daniel mengklaim sudah makukan banyak inisiatif seperti mengoptimalkan kode agar server tidak terbebani secara berlebihan.
“Juga menggunakan sistem pendinginan cair yang lebih efisien, dan beralih ke energi terbarukan,” jelasnya, dikutip dari sustainabilitynews.net.
Temuan KnownHost menunjukkan bahwa meskipun AI memberi banyak kemudahan, ada konsekuensi lingkungan yang tak sedikit.
Maka di sini pertanyaannya tidak hanya seberapa pintar teknologi lahir, seberapa besar dampak yang timbul dan seberapa bijak menggunakannya.