MEDAN, ForestEarth.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan geofisika (BMKG) mengimbau warga Sumatera Utara untuk mewaspadai cuaca ekstrim, di antaranya hujan deras yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Data BMKG menunjukkan bahwa wilayah ini telah memasuki puncak musim hujan.
Kepala Prakirawan di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Putri Diana Tarigan, beberapa hari terakhir menunjukkan intensitas dan frekuensi hujan yang meningkat secara signifikan di daerah seperti Kota Medan dan sekitarnya. “Hari hujan bisa lebih banyak dibanding hari tanpa hujan,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
BMKG mencatat dalam wilayah Sumut — meliputi Kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Tapanuli Selatan dan Toba — potensi hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang.
Dijelaskannya, risiko yang dihadapi bukan hanya hujan saja, tetapi juga potensi banjir, genangan, dan longsor. Utamanya karena saluran air yang tersumbat dan kondisi daratan yang rentan. Data BMKG, dalam sepekan mendatang (21–27 Oktober 2025) menunjukkan di wilayah Sumut curah hujan sangat lebat sudah tercatat.
“Sebagai contoh, di Tapanuli Tengah mencapai 157,2 mm/hari,” katanya.
Menyikapi perkembangan cuaca ekstrim itu, warga diimbau untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang muncul sewaktu-waktu. Memastikan saluran air di lingkungan seperti Kota Medan dan Deli Serdang tetap bersih agar air hujan cepat mengalir.
Kemudian, menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca mendung tebal atau hujan mulai turun. Memerhatikan kondisi perairan dan aliran sungai terutama di wilayah rawan banjir atau longsor. “BMKG mengimbau seluruh masyarakat di Sumut agar tidak abai terhadap potensi bencana yang meningkat dalam waktu dekat,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan geofisika (BMKG) mengimbau warga Sumatera Utara untuk mewaspadai cuaca ekstrim, di antaranya hujan deras yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Data BMKG menunjukkan bahwa wilayah ini telah memasuki puncak musim hujan.
Kepala Prakirawan di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Putri Diana Tarigan, beberapa hari terakhir menunjukkan intensitas dan frekuensi hujan yang meningkat secara signifikan di daerah seperti Kota Medan dan sekitarnya. “Hari hujan bisa lebih banyak dibanding hari tanpa hujan,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
BMKG mencatat dalam wilayah Sumut — meliputi Kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Tapanuli Selatan dan Toba — potensi hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang.
Dijelaskannya, risiko yang dihadapi bukan hanya hujan saja, tetapi juga potensi banjir, genangan, dan longsor. Utamanya karena saluran air yang tersumbat dan kondisi daratan yang rentan. Data BMKG, dalam sepekan mendatang (21–27 Oktober 2025) menunjukkan di wilayah Sumut curah hujan sangat lebat sudah tercatat.
“Sebagai contoh, di Tapanuli Tengah mencapai 157,2 mm/hari,” katanya.
Menyikapi perkembangan cuaca ekstrim itu, warga diimbau untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang muncul sewaktu-waktu. Memastikan saluran air di lingkungan seperti Kota Medan dan Deli Serdang tetap bersih agar air hujan cepat mengalir.
Kemudian, menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca mendung tebal atau hujan mulai turun. Memerhatikan kondisi perairan dan aliran sungai terutama di wilayah rawan banjir atau longsor. “BMKG mengimbau seluruh masyarakat di Sumut agar tidak abai terhadap potensi bencana yang meningkat dalam waktu dekat,” katanya.