Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, 17 Warga Tewas, 58 Luka-Luka

MEDAN, ForestEarth.id – Sebanyak 17 orang tewas dan 58 orang orang terluka akibat banjir bandang yang melanda di 7 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada 24-25 November 2025.

Hal itu terungkap dalam rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Polda Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, terdapat 4 wilayah terdampak banjir dan longsor sekaligus yakni Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Nias Selatan hanya mengalami banjir.

Kota Sibolga

Menurut Abdul Muhari, musibah di Kota Sibolga dipicu hujan deras dengan durasi lebih dari dua hari. Banjir melanda Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Sibolga Kota. Data Polda Sumut mencatat lima orang tewas akibat longsor di wilayah ini.

“Dari laporan visual, banjir mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus air itu juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga,” ujarnya.

Tapanuli Selatan

BNPB melaporkan banjir dan longsor berdampak pada 11 kecamatan, yaitu Sipirok, Marancar, Batang Toru, Angkola Barat, Muara Batang Toru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais.

“Bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 warga terpaksa mengungsi,” kata Abdul.

Saat ini BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan warga.

Tapanuli Utara

Di Tapanuli Utara, 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir dan longsor. BPBD setempat masih melakukan pendataan dan merekomendasikan jalur alternatif di Kecamatan Pangaribuan, Taput–Silantom sebagai akses sementara.

Tapanuli Tengah

Adapun di Tapanuli Tengah, banjir melanda sembilan kecamatan, yakni Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. Sebanyak 1.902 unit rumah terdampak.

“BPBD Tapanuli Tengah dan tim gabungan mendirikan tenda pengungsi serta mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak,” ujar Abdul.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyatakan bahwa empat warganya meninggal dunia tertimbun longsor, terdiri dari seorang ibu dan tiga anaknya.

Abdul Muhari menegaskan, data BNPB masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring hasil kaji cepat lanjutan di lapangan. Ia memastikan BNPB terus memonitor situasi di wilayah Tapanuli Raya serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan,” pungkasnya.

Leave A Comment