MEDAN, ForestEarth.id – Ribuan rumah di 19 kecamatan di Kota Medan terendam banjir dan arus lalu lintas sangat sulit dilalui akibat hujan lebat sejak Selasa (25/11/2025).
Kepada wartawan, Wali Kota Medan Rico Waas menjelaskan dari 21 kecamatan hanya Medan Area dan Medan Perjuangan yang tidak terdampak banjir.
Menurutnya, Pemko Medan saat ini berada dalam masa siaga menghadapi cuaca ekstrem menyusul hujan lebat yang terjadi.
Dikatakannya, ada beberapa titik banjir cukup berat termasuk jalan-jalan yang sangat sulit dilalui.
Begitu juga sungai-sungai sudah meluap dan ribuan warga juga sudah mengevakuasi diri. Sejumlah masjid, kantor lurah, maupun kantor kecamatan dijadikan tempat aman bagi warga terdampak banjir.
“Saat ini petugas di lapangan masih melakukan pendataan jumlah korban dan rumah yang terdampak,” ujarnya.
Rico sudah menginstruksikan seluruh camat memastikan evakuasi warga terdampak banjir berjalan cepat dan aman, serta menyiapkan dapur umum di setiap lokasi pengungsian.
“Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan juga menyatakan siap bekerja sama menyiapkan makanan bagi para pengungsi,” katanya.
Menurut Rico penting adanya sinergi antara camat dan BPBD dalam proses evakuasi maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga di pengungsian, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Pemko akan menetapkan status darurat apabila situasi banjir terus memburuk,” tuturnya.
Banjir juga meluas ke rumah dinas Gubernur Sumut Bobby Nasution di Jalan Sudirman Kota Medan terendam banjir akibat hujan deras, Kamis (27/11/2025).
Di kawasan itu ketinggian banjir mencapai selutut orang dewasa. Personel Ditsamapta Polda Sumut diterjunkan untuk melaksanakan tanggap darurat banjir di beberapa titik di Medan.
Lokasi banjir cukup tinggi terjadi di Kampung Aur Kecamatan Medan Maimun, Kelurahan Brayan Kecamatan Medan Barat, serta Kelurahan Padang Bulan dan Kecamatan Sunggal.
“Sebanyak 58 personel dikerahkan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintuka.
Polda Sumut mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat penanganan bencana banjir di Medan.
“Ditsamapta Polda Sumut langsung turun begitu menerima laporan banjir di beberapa titik. Evakuasi masih terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya.