Kayu ilegal, alat berat, dan hutan yang dijarah. Negara mulai membongkar jejaring kejahatan kehutanan di balik banjir Sumatera Utara.

Update Korban Banjir Longsor Sumatera, BNPB: 950 Orang Meninggal Dunia, 274 Hilang

MEDAN, ForestEarth.id – Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bencana (BNPB) pada Senin (8/12/2025) korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh hingga kini sebanyak 950 orang meninggal dunia dan 274 orang masih belum ditemukan.

Hal tersebut dilansir dari Dashboard Penanganan Bencana Darurat Banjir dan Longsor BNPB. BNPB juga menyebut korban yang terluka mencapai 5.000 orang dan 850 ribu warga terpaksa mengungsi dari rumahnya ke tempat lebih aman. Total keseluruhan di tiga provinsi itu, sebanyak 52 kabupaten/kota yang rusak akibat banjir yang dipicu cuaca ektrem itu.

Kerusakan infrastruktur juga tercatat sangat besar: 156 ribu rumah rusak, 435 jembatan terdampak, 1.200 fasilitas umum rusak, serta 534 sekolah mengalami kerusakan, memperlihatkan tingkat kehancuran yang luas dan tantangan besar dalam proses pemulihan.

Rincian Korban per Provinsi

Aceh
• Meninggal dunia: 386 orang
• Hilang: 101 orang
• Luka-luka: 4.300 orang

Sumatera Utara
• Meninggal dunia: 330 orang
• Hilang: 78 orang
• Luka-luka: 647 orang

Sumatera Barat
• Meninggal dunia: 234 orang
• Hilang: 95 orang
• Luka-luka: 112 orang

BNPB menyatakan jumlah korban masih mungkin berubah mengingat proses evakuasi, pencarian korban, dan pembersihan material bencana masih berlangsung di banyak titik. Petugas gabungan terus meningkatkan operasi darurat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat longsor dan kerusakan jembatan.

Dengan tren kenaikan korban yang signifikan, pemerintah pusat dan daerah didesak untuk mempercepat langkah tanggap darurat, termasuk memperkuat distribusi bantuan serta membuka akses logistik ke daerah-daerah yang masih terputus.

Leave A Comment