Wilayah Pesisir Kota Medan Kian Tenggelam, KNTI Sumut Soroti Dampaknya bagi Perempuan

MEDAN, ForestEarth.id — Sejumlah wilayah pesisir di Kota Medan dilaporkan mengalami penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan kawasan tersebut kian tenggelam. Kondisi ini dinilai berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional dan perempuan.

Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (13/2/2026), Ketua KNTI Sumatera Utara, Rahmat Hidayat, mengatakan fenomena tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menambah beban sosial yang harus ditanggung keluarga nelayan.

“Dalam jangka panjang, dampaknya sangat luas. Bukan hanya soal hasil tangkapan yang menurun, tetapi juga stabilitas pendapatan keluarga, akses pendidikan anak, hingga ketahanan hidup masyarakat pesisir,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, perempuan pesisir menjadi kelompok yang paling rentan terdampak. Selain berperan membantu perekonomian keluarga, mereka juga menghadapi tekanan tambahan ketika kondisi lingkungan semakin tidak menentu.

“Perempuan pesisir sering kali harus mencari alternatif penghasilan ketika hasil tangkapan suami berkurang. Di sisi lain, mereka tetap memikul tanggung jawab domestik. Ini beban ganda yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

KNTI Sumatera Utara mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari penanganan abrasi, penguatan infrastruktur pesisir, hingga perlindungan sosial bagi keluarga nelayan.

Sebagai tindak lanjut, KNTI menyatakan akan melakukan konsolidasi internal dan menyampaikan aspirasi secara resmi kepada pihak-pihak terkait dalam waktu dekat.

Organisasi tersebut juga membuka kemungkinan untuk kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tidak direspons.

“Jika tidak ada tanggapan serius, kami siap turun lagi dengan massa yang lebih banyak. Ini menyangkut ruang hidup masyarakat pesisir yang semakin terancam,” tegas Rahmat.

Leave A Comment