PHNOM PENH, ForestEarth.id – Taman Nasional Kirirom yang ikonik di Kamboja kembali mengejutkan dunia ilmu pengetahuan. Sebuah spesies baru tokek berjari bengkok, yang diberi nama Cyrtodactylus kiriromensis, resmi ditemukan di kawasan lindung Provinsi Kampong Speu tersebut.
Dilansir dari Antara, Kamis (26/2/2026), penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Zootaxa dan diumumkan melalui siaran pers bersama oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja serta Wild Earth Allies pada Rabu (25/2/2026).
Temuan ini semakin mempertegas posisi Pegunungan Cardamom sebagai salah satu titik panas keanekaragaman hayati yang paling luar biasa di Bumi.
Identitas Unik di Balik Pohon Pinus
Awalnya, spesies ini dianggap sebagai bagian dari kelompok tokek berjari bengkok yang tersebar luas. Namun, penelitian mendalam mengungkap bahwa tokek ini adalah spesies berbeda yang hanya ditemukan di lokasi tertentu di Pegunungan Cardamom.
Sesuai namanya, tokek ini ditemukan di habitat aslinya di Taman Nasional Kirirom—sebuah destinasi wisata populer yang dikenal dengan perpaduan hutan pinus dan hutan semi-evergreen. Para peneliti berhasil mengidentifikasi satwa ini saat mereka bertengger di batang pohon, bebatuan besar dekat aliran sungai, hingga di sepanjang jalan setapak hutan pada malam hari.
Bukti Pentingnya Kawasan Lindung
Juru bicara Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja, Khvay Atitya, menyatakan bahwa penemuan ini adalah bukti nyata pentingnya menjaga tutupan hutan di kawasan lindung.
“Penemuan spesies baru ini dengan jelas menegaskan pentingnya tutupan hijau bagi manusia dan alam. Kawasan lindung memainkan peran fundamental dalam memastikan keberlanjutan bagi generasi sekarang dan masa depan,” tegas Atitya.
Misteri Alam yang Belum Terpecahkan
Meski Taman Nasional Kirirom sudah sangat dikenal dan sering dikunjungi wisatawan, penemuan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak rahasia alam yang belum terdokumentasi.
Neang Thy, Manajer Konservasi Kamboja dari Wild Earth Allies, menekankan perlunya penelitian lapangan yang berkelanjutan.
“Bahkan di tempat yang sudah terkenal seperti Kirirom, masih ada spesies yang menunggu untuk diidentifikasi. Penemuan ini mengingatkan kita bahwa keanekaragaman hayati Kamboja masih jauh dari sepenuhnya terdokumentasi,” ujarnya.
Penemuan Cyrtodactylus kiriromensis diharapkan dapat memicu dukungan lebih besar terhadap upaya konservasi dan penelitian satwa liar unik di Kamboja, guna memastikan mereka tidak punah sebelum sempat dikenali oleh dunia.
